Stagflasi
Apa itu stagflasi?
Bahasa mudahnya dengan pendekatan asian value, stagflasi itu PENGELUARAN tidak sebanding dengan PEMASUKAN, BEP atau malah “Menombok”
Perlu ingat juga, Amerika Serikat ada Negara Pengimpor terbesar dan Negara dengan budaya konsumtif sejak era USD menjadi Reserve Currency Dunia, dimana harga barang-barang menjadi murah bagi masyarakat Amerika Serikat.
Tidak seperti di wilayah-wilayah asia dengan asian value, budaya Menabung uang merupakan kebiasaan umum. Sedangkan di Amerika Serikat berkat budaya konsumtif, eastern valuenya adalah menabung hutang(debt spiral). Ada beberapa hutang konsumtif mereka seperti hutang pembelian rumah(mortgage), hutang kartu kredit, hutang sekolah(student loan), sehingga masyarakat terbiasa dengan budaya tersebut.
Ada satu budaya lagi yang bisa dibilang sedikit konyol akibat sisi konsumtif masyarakat Amerika Serikat, yaitu budaya tips saat makan di restoran 15-20% dari total tagihan sebelum pajak, tipe table serve.
Dengan budaya konsumtif ini, perang tarif yang dilancarkan oleh trump hanya akan memperparah inflasi. Dikarenakan budaya tidak bisa diubah dalam waktu yang singkat. Bayangkan selama ini mereka mengimpor produk-produk tekstil dari negara lain, tidak mungkin langsung berhenti mengimpor dan bangun pabrik di sana. Sehingga impor tetap dilakukan, inilah salah satu alasan trump ngotot dengan kebijakan perang tarif dengan seluruh dunia, tujuan nya adalah negosiasi, kata warga +62 sih, minta discount.
Satu fakta menarik lainnya adalah, perang tarif yang dilancarkan oleh trump dimana ditanggung oleh pengimpor negara asal. Sehingga bayangkan kenaikan cost yang akan dirasakan pengusaha lokal Amerika Serikat dan tentu menekan margin profit. Umkm di sana “dicekek” dengan harus membayar tarif yang diberlakukan oleh pemerintahan trump. Tinggal mana yang bisa bertahan dan melanjutkan atau malah mati dengan menutup usaha.
Semua fakta di atas menunjukan, trump sedang berusaha keras dengan memaksakan berbagai kebijakannya, demi menutup kebocoran-kebocoran akibat tarif tersebut. Salah satu yang paling gamblang yaitu memaksa ketua fed saat ini jerome powell untuk segera memangkas suku bunga, Dimana justru akan memperparah arah inflasi
Namun pada kenyataannya, kebijakan tarif justru berpotensi bisa jadi bumerang bagi pemerintahan trump itu sendiri. Dengan memaksakan dalam waktu yang singkat menciptakan perpecahan di dalam negeri Amerika Serikat sendiri. Amerika Serikat yang dari dulu dikenal dengan sistem demokrasi dua partai(two-party system) mendapatkan perlawanan dari pihak lawan politiknya. Baru-baru ini saja mahkamah agung mereka membatalkan kebijakan tarif trump yang secara hukum dianggap tidak sah.
Mengutip pepatah “your enemy is your own self” cukup menggambarkan kondisi Amerika Serikat saat ini. Secara geopolitik china diakui merupakan negara yang berpotensi menggoyang hegemoni Amerika Serikat selama satu abad terakhir. Namun harus diakui juga Amerika Serikat secara militer sangat disegani dan sulit untuk dikalahkan jika terjadi perang terbuka. Jadi yang bisa meruntuhkan empire Amerika Serikat yaitu mereka sendiri. Potensi civil war sangat terbuka, saat ini masyarakat Amerika Serikat sudah terbelah menjadi dua kubu yang bisa kapan saja bisa terjadi konflik internal. Belum ditambah pressure secara ekonomi yang akan terus menghantui pemerintahan trump saat ini. Akibat hutang menggunung ditambah beban hutang bunga yang sangat tinggi, jadi secara sosial politik mereka sedang sangat bermasalah.
Sebuah pemerintahan dianggap berhasil, mengutip perkataan salah satu tokoh indonesia, indikatornya yaitu saat masyarakat perut dan dompet selalu dalam kondisi penuh. Amerika Serikat saat ini jauh dari kata penuh, lagi-lagi istilah warga +62 gali lobang tutup lobang.
the next question adalah, jika amerika serikat benar mengalami stagflasi apakah yang terjadi dengan the rest of the world pov equity market?
Sebagai penutup, history does not repeat its rhyme
$ADRO $MEDC