Kondisi yang kurang kondusif akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran menciptakan iklim ketidakpastian global. Ketika risiko geopolitik meningkat, pasar modal cenderung mengalami volatilitas yang lebih tinggi, harga minyak dan emas naik, dan investor cenderung melakukan rotasi modal ke aset yang lebih aman.
Di Bursa Efek Indonesia, tension global seperti ini umumnya membuat IHSG bergerak hati-hati, dengan kemungkinan penurunan sementara namun juga peluang penguatan pada sektor komoditas tertentu seperti energi dan emas tergantung arah sentimen pasar.
RT $MEDC $ADRO $ANTM