@muhammadrifqidefansyah
Disclamer:Bukan Ajakan Membeli dan Menjual Emiten. Keuntungan dan kerugian teman teman bukan tanggung jawab saya.
ADRO udah dijual pak, itu juga masuk di harga 1600 an . Dan Masuk lagi Diharga 2000an Cutloss karena mengejar saham lain. Kalau Masuk Sekarang Saya Ga berani masih menunggu Momentum Exdate Pembagian Deviden kalau saya. (Ini Buat Investasi ya pak bukan trading)
Ini Analisa dari Sisi MSCI dan Buyback
Kalau dari Analisa MSCI. Berdasarkan data terbaru Februari 2026, status PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dalam indeks MSCI adalah sebagai berikut:
MSCI Global Standard Indexes: Tidak masuk.
ADRO resmi keluar (terdepak) dari indeks utama ini pada rebalancing Agustus 2025.
Posisinya di indeks ini digantikan oleh saham lain seperti DSSA dan CUAN.
MSCI Small Cap Indexes: Masuk.
Setelah keluar dari indeks standar, ADRO "turun kelas" dan dimasukkan ke dalam kategori Small Cap bersama dengan anak usahanya, AADI (Adaro Andalan Indonesia).
Update Februari 2026:
Pada Quarterly Index Review Februari 2026, tidak ada perubahan untuk status ADRO.
MSCI saat ini sedang menerapkan kebijakan "interim freeze" (pembekuan sementara) terhadap penambahan konstituen baru untuk pasar Indonesia karena kekhawatiran terkait transparansi free float.
Perubahan indeks periode ini hanya mencakup penghapusan atau perpindahan turun antar-segmen (seperti INDF yang turun ke Small Cap).
Kesimpulan: ADRO tetap menjadi bagian dari keluarga indeks MSCI, namun saat ini berada di kategori MSCI Indonesia Small Cap, bukan lagi di indeks Global Standard (indeks utama).
Analisa Buyback $ADRO
Program pembelian kembali saham (buyback) PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dijadwalkan berlangsung hingga 3 Juni 2026.
Berikut adalah detail penting terkait periode dan ketentuan buyback tersebut:
Masa Berlaku: Program ini dilaksanakan selama 12 bulan, terhitung sejak mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 2 Juni 2025.
Anggaran Dana: Perseroan menyiapkan dana maksimal sebesar Rp4 triliun untuk aksi korporasi ini.
Batasan Saham: Jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 10% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh perusahaan.
Sumber Dana: Seluruh pendanaan buyback berasal dari kas internal perusahaan, sehingga diklaim tidak akan memengaruhi kondisi keuangan secara signifikan.
Tujuan Utama: Meningkatkan likuiditas perdagangan sehingga harga saham dapat lebih mencerminkan nilai fundamental perusahaan.
Sebagai informasi tambahan, ADRO juga baru saja melakukan pengurangan modal dengan membatalkan sekitar 1,36 miliar saham treasuri hasil buyback periode sebelumnya (tahun 2024) untuk mengoptimalkan struktur permodalannya.