Hampir semua aplikasi analisis fundamental yang ada versi gratisnya, dari mulai yang lokal sampai yang global, saya udah pernah coba. Kalau saya bandingkan sama analisis saya sendiri pake data mentah dari lapkeu + spreadsheet, yang hasilnya paling konsisten identik adalah Gurufocus

Tapi aplikasi pertama banget yang saya pakai, dan masih saya pakai dari hampir 9 tahun yang lalu sampai sekarang, adalah Simply Wall Street. Contoh saham yang bullish dari screener Simply Wall St diantaranya ada $ADMR, $HMSP, dan $HRUM

Mungkin rekan-rekan di sini ada yang pernah pakai, saya cuma mau kasih satu tips penting kalau pakai screener di sini, jangan lupa filter low analyst coverage-nya dinyalakan, karena analyst coverage di Simply Wall St ini mirip Wiki, semua member bisa contribute, sehingga saham-saham yang low analyst coverage bisa diisi oleh narasi-narasi dan target-target oleh members komunitas-komunitas pompom

Saya pribadi lebih suka bikin screener sendiri from scratch di stockbit, lalu setelah shortlisted, saya konfirmasi valuasinya di Gurufocus, lalu the best of the best saya masukin watchlist. Dari situ saya pantau katalis demi katalis. Katalis bertambah, posisi bertambah. Katalis berkurang, saya wait & see. Simply Wall St hanya saya pakai buat portfolio tracking saja

Prinsipnya transaksi jual/beli sebisa mungkin as low frequency as possible, tapi tetap keep up to date sama katalis, terutama yang memang ada pubex-nya atau yang tercermin di lapkeu. Tujuannya supaya kalau ada momentum, saya bisa tahu apakah momentum itu memang mendatangkan pertambahan arus kas dari operasi usaha utamanya, atau hanya sentimen sesaat, or worse, aksi korporasinya justru memberikan sinyal neraca keuangan perusahaan nggak sehat, tak mampu mendanai pengembangan dari arus kas dari operasi usaha utamanya sendiri 馃樂

Hasil akhirnya adalah perusahaan-perusahaan yang:
1. Punya durable competitive advantage yang sulit atau masih jauh untuk dikejar kompetitornya. Makanya salah satu poin penting buy what you know adalah memahami kompetisi industrinya
2. Punya consistent demand tanpa butuh banyak manuver untuk menciptakan/menarik demand tersebut
3. Bagi dividen rutin. Persetan gede atau kecil, semua itu relatif dan tergantung cost basis kita di average berapa, yang penting rutin. Kalau gak bagi dividen pun, bukan deal-breaker jika punya riwayat buyback yang cukup significant & recently

Read more...
2013-2026 Stockbit 路AboutContactHelpHouse RulesTermsPrivacy