imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$LPPF Analisis ini membedah LPPF berdasarkan Data Q4 2025 .
​Berikut adalah bedah fundamental mendalam


​I. Bedah Angka & Performa Operasional.

​1. Profitabilitas & Top-Line (Income Statement)
​Revenue (TTM) 5.785 B: Terjadi penurunan 9,60% YoY. Ini mengindikasikan tekanan pada same-store sales growth (SSSG) atau daya beli segmen menengah ke bawah yang belum pulih sepenuhnya.


​Net Income (TTM) 725 B: Laba bersih anjlok 12,36% YoY. Perhatikan Q2 dan Q3 2025 yang mencatatkan kerugian bersih (39 B dan 3 B). LPPF sangat bergantung pada musiman (Lebaran di Q1/Q2 dan Year-end di Q4).


​Net Profit Margin (Quarter) 9,14%: Meskipun Gross Margin tebal di 63,50%, Operating Margin hanya 5,45%. Ini adalah "red flag" efisiensi operasional ,beban sewa, gaji, dan pemasaran menggerus mayoritas laba kotor.


​2. Efisiensi & Solvabilitas (Balance Sheet)
​ROE (TTM) 265,80%: Angka ini terlihat fantastis secara tekstual, namun bagi profesional, ini adalah distorsi akibat ekuitas yang sangat tipis (273 B dibandingkan total aset 5.139 B. LPPF menjalankan bisnis dengan leverage tinggi.


​Current Ratio 0,65x & Quick Ratio 0,18x: Secara likuiditas, LPPF berada di zona berbahaya (di bawah 1,0x). Quick ratio yang rendah menunjukkan ketergantungan penuh pada perputaran inventori (stok) untuk membayar kewajiban jangka pendek.


​Total Debt 300 B vs Cash 448 B: Posisi kas masih mampu menutup utang bank, namun Total Liabilities sebesar 4,86 B didominasi oleh kewajiban sewa (PSAK 73) dan utang dagang.


​3. Arus Kas & Dividen (Cash Flow)
​Free Cash Flow (FCF) 1.391 B: Inilah kekuatan utama LPPF. Meskipun laba akuntansi turun, cash cow tetap jalan.
​Dividend Yield 15,71%: Dengan Payout Ratio 93,40%, LPPF adalah instrumen "Yield Play". Perusahaan membagikan hampir seluruh labanya karena ekspansi capex (146 B) sangat minimal.


​II. Kalkulasi Harga Wajar (Valuasi Profesional)
​Berdasarkan data: EPS (TTM) 321,21, BVPS 120,85, Laba Bersih 725 B

1. Graham Formula (Revised).
Asumsi g (pertumbuhan) = -5% (konservatif karena tren turun), Y (Bond Yield) = 7%.
Harga wajar: Invalid.
Formula Graham tidak cocok untuk perusahaan dengan pertumbuhan negatif.

2. Graham Number
Harga wajar : Rp.934
Harga pasar saat ini jauh di atas nilai aset intrinsik Graham.

3. Peter Lynch (PEG Ratio)
​PER = 5,95x. Growth = -12,36%.
​PEG = 5,95 / -12,36 = Negative.
​Analisis: Peter Lynch membenci perusahaan dengan pertumbuhan negatif. Secara valuasi ini adalah Value Trap.

4. EPS x PER (Mean Reversion)
EPS 321,21. Historical Mean PER LPPF = 8x.
Harga wajar : 321,21 x 8 = Rp 2.569
Jika pasar mengapresiasi kembali ke rata-rata historis, ada potensi upside.


5. ROE / COE (Cost of Equity)
​ROE 265%. COE (Risk Free 7% + Beta 1.5 * Risk Premium 5%) = 14,5%.
​Valuasi berbasis excess return pada ekuitas yang sangat tipis memberikan angka yang bias (Terlalu tinggi secara matematis, namun berisiko secara fundamental).

​6. PBV Wajar
​Sektor ritel yang melambat biasanya dihargai PBV 1,5x - 2x.
​BVPS 120,85 x 2 = Rp.241,7.
​Analisis: Secara Asset-Based, LPPF sangat mahal (PBV 15,81x). Harga saat ini hanya ditopang oleh aliran dividen, bukan nilai buku.

III. Kesimpulan:
​Verdict: "High Yield, High Risk Decaying Asset"
​Harga Wajar Konservatif: Rp 1.400 - Rp 1.600.
​Harga Wajar Optimis (Yield Hunter): Rp 2.200 - Rp 2.500 (Selama dividen 300/saham dipertahankan).

​LPPF bukan lagi saham growth. Ini adalah saham Bond-Proxy. Investor membeli LPPF hanya untuk dividennya. Namun, waspadai Liquidity Crunch karena Current Ratio yang sangat tipis. Jika laba terus tergerus 10-12% per tahun, maka nilai dividen di masa depan akan ikut menyusut, berpotensi memicu re-rating harga ke bawah.


Disclaimer : Analisis ini merupakan opini/ pendapat pribadi berdasarkan data keystats yang tersedia saat ini, Bukan Rekomendasi Ajakan Jual/Beli.

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy