Trading is an Infinite Game.
Dalam pasar saham, banyak yang terjebak dalam Finite Game (permainan terbatas). Mereka memandang trading seperti pertandingan bola: harus ada pemenang, harus ada skor besar hari ini, dan harus cepat sampai ke garis finish. Mentalitas ini memaksa mereka mengambil risiko berlebih demi ambisi "menang cepat". Masalahnya, pasar tidak memiliki peluit akhir. Saat badai datang dan IHSG jatuh tajam, para pemain finite ini biasanya kehabisan napas (modal).
Sebaliknya, trader profesional memandang pasar sebagai Infinite Game (permainan tanpa akhir).
Di jalur ini, tujuannya bukan untuk mengalahkan orang lain, melainkan untuk tetap bertahan dalam permainan.
Pemain Finite fokus pada hasil instan; jika hari ini merah, mereka merasa kalah.
Pemain Infinite fokus pada keberlangsungan; selama sistem dijalankan dengan disiplin, mereka tetap menang karena "tiket" untuk bermain besok masih ada di tangan.
Perbedaan terbesarnya ada pada daya tahan. Pemain infinite sadar bahwa tidak ada gunanya lari cepat jika hanya untuk jatuh di tengah jalan. Mereka lebih memilih tumbuh stabil dan konsisten melampaui rata-rata pasar, memastikan fondasi mereka tetap utuh saat pasar sedang tidak bersahabat.
Pemain finite trading untuk mengalahkan orang lain. Pemain infinite trading untuk mengalahkan waktu. Karena pada akhirnya, yang menang bukan yang paling cepat cuan, tapi yang masih tetap berdiri saat yang lain sudah gugur.
$IHSG $BBCA $BUMI
