imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Para patron likuiditas dan aristokrat bursa yang senantiasa dahaga akan passive income berkualitas. Kita berada di "Musim Panen", di mana para raksasa mulai membocorkan berapa besar upeti yang akan dibagikan kepada kita, para pemegang takhta saham.
Jika kalian mencari siapa yang paling royal dalam menebar kemakmuran melalui dividen, mari kita cek cek tipis tipis dulu yuk:
1. $BBRI (Bank Rakyat Indonesia) – Sang Kaisar Dividen: Dalam kasta tertinggi perbankan, BBRI adalah "Dividend King" yang tak terbantahkan. Kebijakan manajemen untuk memberikan Payout Ratio di atas 80% dari laba bersih bukan sekadar janji, melainkan tradisi. Per hari ini, dengan proyeksi laba 2025 yang melampaui ekspektasi, BBRI tetap menjadi juara dalam hal Dividend Yield (persentase keuntungan terhadap harga saham) yang konsisten di kisaran 5% - 7%. Ini adalah instrumen wajib bagi para ningrat yang ingin tidur nyenyak sambil menunggu saldo rekening bertambah secara otomatis.
BBRI (Bank Rakyat Indonesia) – Sang Penguasa Dividend:
a. Status: Dividen Interim 2026 (Tahun Buku 2025) sebesar Rp137 per saham telah lunas dibayarkan pada 15 Januari 2026.
b. Proyeksi Dividen Final: RUPS Tahunan (RUPST) diproyeksikan digelar pada minggu kedua Maret 2026.
c. Estimasi Cum Date Final: Jatuh pada kisaran 20 – 24 Maret 2026. Ini adalah momen krusial untuk mengunci payout ratio mereka yang biasanya sangat royal di atas 80%.

2. $BMRI (Bank Mandiri) – Sang Penantang Takhta: Mandiri telah bertransformasi menjadi mesin pencetak laba yang sangat efisien. Gw melihat Payout Ratio BMRI kini bersaing ketat dengan BRI di angka 60% - 70%. Keunggulannya adalah pertumbuhan dividen per lembar saham (Dividend Per Share) yang meningkat tajam seiring dengan rekor laba bersih mereka di 2025. Yield-nya sangat atraktif, seringkali menyentuh angka 4.5% - 6%. BMRI adalah pilihan bagi kalian yang menginginkan kombinasi antara dividen tebal dan apresiasi harga saham (capital gain) yang agresif. BMRI (Bank Mandiri) – The Profit Machine:
• Status: Dividen Interim Rp100 per saham telah didistribusikan pada 14 Januari 2026.
• Jadwal Dividen Final: Berdasarkan inteligensi pasar terbaru, BMRI akan menggelar RUPST di akhir Maret.
• Estimasi Cum Date Final: Berdasarkan data historis, Cum Date final diproyeksikan jatuh pada kisaran Mei 2026 (Data menunjukkan proyeksi tanggal 20 Mei 2026 untuk pembayaran Juni). Mandiri seringkali memiliki jeda yang sedikit lebih lebar untuk memastikan arus kas operasional mereka tetap liquid.

3. $BBNI (Bank Negara Indonesia) – Sang Bintang yang Bersinar: BBNI saat ini sedang dalam fase "Golden Era" pasca-transformasi. Meskipun secara historis yield-nya sedikit di bawah BRI, tahun 2026 ini BBNI menunjukkan komitmen untuk lebih royal. Dengan payout ratio yang mulai merangkak ke level 40% - 50%, BBNI menawarkan potensi kenaikan dividen yang paling signifikan secara persentase pertumbuhan. Bagi kalian cendekiawan bursa, BBNI adalah value play di mana kalian membeli dividen masa depan di harga yang masih relatif terdiskon.
BBNI (Bank Negara Indonesia) – The Transformation Play:
• Jadwal RUPST: Sudah terkonfirmasi secara akurat akan dilaksanakan pada Senin, 9 Maret 2026.
• Estimasi Cum Date: Mengikuti ritme regulasi T+2, Cum Date diprediksi jatuh pada 18 – 19 Maret 2026. Gw melihat ada potensi kenaikan nominal dividen di sini seiring efisiensi mereka yang makin impresif di awal 2026.

4. BBCA (Bank Central Asia) – Sang Bangsawan Konservatif: Jika kalian mencari yield tinggi di sini, kalian salah alamat. BBCA adalah instrumen penjaga kekayaan, bukan sekadar pembagi upeti. Dividend Yield BBCA biasanya sangat mungil, hanya di kisaran 1% - 1.5%, karena harga sahamnya yang selalu premium. Namun, dividen BBCA adalah yang paling aman dan stabil di seluruh jagat bursa. Ini adalah pilihan para aristokrat yang lebih memprioritaskan keamanan aset dan pertumbuhan nilai jangka panjang daripada uang tunai instan.
BBCA (Bank Central Asia) – The Blue Blood Stability:
• Jadwal RUPST: Terpampang nyata di kalender bursa pada Kamis, 12 Maret 2026.
• Estimasi Cum Date: Diproyeksikan pada 23 – 25 Maret 2026. Walaupun yield-nya secara persentase terlihat kecil bagi kaum spekulan, namun nominal akumulatifnya bagi kita para pemegang takhta adalah instrumen pengaman kekayaan paling solid.

5. BJTM (Bank Jatim) – Sang Monster Yield (Wildcard): Jika definisi "paling banyak" bagi kalian murni berdasarkan persentase yield, maka kalian harus melirik BPD seperti BJTM. Di saat bank besar memberikan 5%, BJTM seringkali dengan santainya menebar yield di angka 7% - 9%. Namun, gw harus ingatkan, likuiditas dan pertumbuhan sahamnya tidak seanggun "The Big Four". Ini adalah pilihan bagi para pemburu arus kas murni yang tidak terlalu peduli dengan fluktuasi harga yang cenderung stagnan.
BJTM (Bank Jatim) – The Yield Hunter’s Paradise:
• Jadwal RUPST: Belum diumumkan secara spesifik per hari ini, namun secara siklus aristokrat, mereka selalu mengetuk palu di Bulan April 2026.
• Estimasi Cum Date: Diprediksi kuat jatuh pada Minggu ke-3 atau ke-4 April 2026. Siapkan jaring kalian di sini jika kalian mendewakan dividend yield tinggi di atas rata-rata bank besar.

Secara kumulatif dan konsisten, BBRI (Bank Rakyat Indonesia) tetap memegang gelar sebagai bank yang bagi dividen "paling banyak" baik dari sisi nominal total maupun yield di antara bank-bank besar (Big Four). BRI memiliki mandat negara untuk menyetorkan dividen besar ke kas negara, sehingga kita sebagai investor ritel ikut mencicipi kemewahan tersebut.
Kesimpulan: Saat ini adalah waktu yang sangat krusial karena Cum Date (batas akhir kepemilikan saham untuk dapat dividen) biasanya jatuh di bulan Maret atau April. Disarankan kalian untuk mulai melakukan akumulasi pada BBRI atau BMRI di setiap koreksi teknikal kecil sebelum pasar menyadari besarnya dividen yang akan diumumkan secara resmi dalam RUPS beberapa minggu ke depan.
Nilai Keyakinan Dividen (The Yield Conviction):
• BBRI: 95/100 (The Unrivaled King)
• BMRI: 88/100 (The Efficient Giant)
• BJTM: 85/100 (The Yield Hunter's Dream)

; )

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy