Saya mulai berinvestasi sejak 2022.
Pendekatan saya sederhana, tapi disiplin: saya membeli bisnis, bukan sekadar ticker. Fokus saya bukan pada current value, melainkan future value. Saya mencoba mengestimasi nilai intrinsik ke depan, lalu membeli ketika ada margin of safety.
Dividend saya perlakukan sebagai cash flow, bukan sekadar bonus. Arus kas itu yang kemudian saya putar kembali untuk memperbesar kepemilikan di bisnis yang menurut saya sehat dan bertumbuh.
Saya memang sering menjual dan membeli saham yang sama (biasanya evaluasi bulanan), tapi bukan untuk trading. Saya menggunakan sistem proporsional dividend yield.
Ketika harga naik dan yield turun di bawah proporsi yang saya tetapkan, saya kurangi sebagian. Ketika yield kembali menarik, saya tambah lagi. Jadi rebalancing berbasis yield, bukan emosi.
Saya juga menyebar kepemilikan ke berbagai sektor untuk menghindari correlated return yang bisa membuat portofolio tidak seimbang saat satu siklus ekonomi berubah.
Fokus utama saya tetap di fundamental dan kesehatan perusahaan:
- Neraca yang kuat
- Arus kas yang sehat
- Profitabilitas konsisten
- Manajemen yang rasional
Bagi saya, saham adalah kepemilikan bisnis. Bukan trading cepat, bukan spekulasi, dan bukan judi.
Dan sejauh ini, pendekatan tersebut membuahkan hasil.
CAGR: 37.2%
Calmar Ratio: 2.01
Max Drawdown: -18.5%
1Y Return: +58.77% (vs IHSG +24.66%)
Perjalanan masih panjang. Tapi saya percaya, konsistensi + valuasi yang rasional + disiplin rebalancing akan selalu mengalahkan euforia jangka pendek.
Slow, rational, compounding.
Tag : $IHSG
