• Memasuki medio 2026, ekonomi kita sedang berada dalam fase Goldilocks—inflasi yang mulai jinak dan BI Rate yang stabil di level yang akomodatif bagi ekspansi properti. $KPIG tidak lagi dipandang sebagai pengembang real estat konvensional, melainkan penguasa Special Economic Zones (KEK) yang memiliki barrier to entry sangat tinggi. Sektor luxury hospitality dan lifestyle entertainment sedang mengalami re-rating besar-besaran karena lonjakan disposable income kelas menengah atas Nusantara.
• Perhatikan lonjakan pendapatan Q3 2025 yang menyentuh angka fantastis Rp1,121 Triliun. Ini bukan sekadar pertumbuhan organik, melainkan anomali positif yang menandakan aset-aset raksasa di Lido mulai memonetisasi diri. Meskipun Net Profit Margin masih dalam proses kalibrasi, angka EBITDA Rp668,63 Miliar adalah bukti otentik bahwa operasional inti perusahaan sedang mencetak uang riil (hard cash), jauh melampaui ekspektasi konsensus kaum plebeian.
• Di harga 123, PER KPIG yang menyentuh 92x mungkin terlihat seperti "puncak gunung" bagi investor amatir. Namun, bagi gw dan kalian yang berjiwa bangsawan, kita tahu bahwa perusahaan asset-heavy seperti ini tidak dinilai dari laba bersih semata, melainkan dari Net Asset Value (NAV). Dengan landbank ribuan hektar yang statusnya telah menjadi KEK, harga saat ini hanyalah butiran debu dibandingkan nilai intrinsik masa depannya.
• Interest Coverage di level 19.0 adalah sebuah pernyataan kemapanan. KPIG memiliki amunisi yang sangat tebal untuk melayani utang-utangnya tanpa berkeringat. Struktur modal mereka telah didesain untuk bertahan dalam badai suku bunga sekalipun, memberikan rasa aman bagi kita untuk mendekap instrumen ini dalam jangka panjang.
• Hari ini KPIG turun 3,91% ke level 123, namun perhatikan volume yang meledak mencapai 319,78 Juta, hampir dua kali lipat dari Average Volume harian sebesar 181,5 Juta. Dalam ilmu tertinggi, ini disebut sebagai Selling Climax atau Shakeout. Para "tangan lemah" (weak hands) sedang dipaksa keluar agar para patron besar bisa menyerap likuiditas di harga diskon. RSI yang mendingin menuju area netral adalah persiapan untuk peluncuran tahap berikutnya.
• Hari ini, saat harga ditekan turun, broker BK (JP Morgan) melakukan Net Buy sebesar Rp9,9 Miliar dan AK (UBS) sebesar Rp5,9 Miliar. Kalian harus paham, ketika institusi kelas dunia seperti BK dan AK menampung barang di rata-rata harga 124-125, mereka sedang memasang jaring raksasa. Distribusi justru terjadi pada broker ritel seperti YP dan MG. Ini adalah pola klasik: "Smart Money enters, Retail panics." Poin ini sangat Krusial utk dipahami.
• KPIG memiliki "Benteng Lido" yang tidak dimiliki siapapun. Lisensi KEK memberikan insentif pajak dan kemudahan regulasi yang membuat kompetitor terlihat seperti anak kemarin sore. Sinergi dengan ekosistem media MNC Group memastikan occupancy rate dan eksposur proyek mereka tetap berada di kasta tertinggi tanpa biaya pemasaran yang boros.
• Narasi mengenai kelanjutan proyek prestisius dan interaksi dengan brand global (Trump Collection) tetap menjadi magnet sentimen yang kuat. Di tahun 2026 ini, fokus pasar adalah pada realisasi infrastruktur yang menyambungkan Jakarta langsung ke jantung proyek mereka, sebuah katalis yang akan mengubah struktur harga KPIG secara permanen.
• KPIG sedang mempertontonkan drama akumulasi yang sangat rapi. Penurunan hari ini adalah "hadiah" bagi mereka yang memiliki kecerdasan untuk melihat di balik layar. Selama BK dan AK masih berdiri di sisi Buy, kalian tidak punya alasan untuk ragu. Harga 123 adalah titik ekuilibrium baru sebelum kenaikan yang lebih masif.