$DGNS $ARKO $EMAS
*Daily News 27/2/2026*
*Rangkuman berita hari ini:*
* BBRI 12M25: laba bersih -6% YoY
* ASII 12M25: laba bersih -3% YoY
* UNTR 12M25: laba bersih -24% YoY
* Pengendali tambah 1,52% IRSX Rp60 M
* Pengendali tambah INET Rp25 M
* EMAS kirim perdana 44 kg emas dore ke ANTM
* ARKO operasikan PLTA Kukusan 2 kapasitas 5,4 MW
* DGNS private placement 125 juta saham
* Pemegang saham jual VKTR Rp13 M
* CNMA akan distribusikan 1,7 M saham treasuri rasio 50:1
* TRIM jual 1,60% DOID Rp40 M
* Direktur BLTA ajukan pengunduran diri
* Pengendali jual 12,53% DGWG Rp100 M
* AVIA 12M25: laba bersih +5% YoY
* BNGA 12M25: laba bersih +1% YoY
* BNGA 1M26: laba bersih +63% YoY
* BTPS 1M26: laba bersih -2% YoY
* AS–Iran lanjutkan negosiasi nuklir tanpa terobosan
* S&P sebut tekanan fiskal RI meningkat; berisiko tekan outlook
* Danantara target merger Garuda–Citilink–Pelita rampung 1H26
* Investasi semikonduktor RI–AS diperkirakan USD31,6 Miliar
* Pemerintah kaji ulang harga gas industri
===
* *BBRI* : *PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI)* mencatatkan laba bersih sebesar Rp15,9 triliun pada 4Q25 (+9% QoQ; +5% YoY), sehingga laba bersih selama 12M25 menjadi Rp56,7 triliun (-6% YoY). Hasil ini mencapai 101% dari estimasi FY25F konsensus dan Mansek. PPOP pada 12M25 turun menjadi Rp119,4 triliun (-1% YoY). Kredit tumbuh +12% YoY dengan DPK tumbuh +7% YoY. NIM 12M25 berada di level 7,73% (vs. 12M24: 7,89%), dengan NPL di 3,29% (vs. 3Q25: 3,29%; 4Q24: 2,93%). CoC pada 4Q25 naik ke level 3,4% (vs. 3Q25: 2,9%), dengan CoC pada 12M25 flat 3,2% (vs. 12M24: 3,2%). Mansek mempertahankan rating BUY untuk BBRI. (Mansek Research)
* *ASII* : *PT Astra International (ASII)* mencatatkan laba bersih sebesar Rp8,1 triliun pada 4Q25 (-7% QoQ; +5% YoY), sehingga laba bersih selama 12M25 menjadi Rp32,8 triliun (-3% YoY). Hasil ini sejalan dengan ekspektasi, mencapai 102–105% dari estimasi FY25F konsensus dan Mansek. Pendapatan pada 4Q25 tercatat Rp79,8 triliun (-1% QoQ; -3% YoY), sehingga pendapatan selama 12M25 menjadi Rp323,4 triliun (-2% YoY). Mansek memiliki rating BUY untuk ASII. (Mansek Research)
* *UNTR* : *PT United Tractors (UNTR)* mencatatkan laba bersih sebesar Rp3,3 triliun pada 4Q25 (flat QoQ; -15% YoY), sehingga laba bersih selama 12M25 menjadi Rp14,8 triliun (-24% YoY). Hasil ini sejalan dengan estimasi FY25F Mansek (100%), namun di bawah konsensus (92%). Pendapatan pada 4Q25 tercatat Rp30,8 triliun (-3% QoQ; -12% YoY), sehingga pendapatan selama 12M25 menjadi Rp131 triliun (-2% YoY). Hasil ini sejalan dengan ekspektasi, mencapai 99–103% dari estimasi FY25F konsensus dan Mansek. Mansek memiliki rating BUY untuk UNTR. (Mansek Research)
* *IRSX* : Pengendali *PT Folago Global Nusantara (IRSX)* , Matra Tri Abadi, membeli ~94 juta (1,52%) saham IRSX dengan harga Rp635/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp60 miliar, bertujuan untuk penambahan kepemilikan terhadap saham IRSX. Transaksi dilakukan pada 24 Februari 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di IRSX menjadi 63,44%. (Publikasi emiten)
* *INET* : Pengendali *PT Sinergi Inti Andalan Prima (INET)* , Abadi Kreasi Unggul Nusantara, membeli ~63 juta (0,28%) saham INET dengan harga Rp396/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp25 miliar, bertujuan untuk penambahan kepemilikan terhadap saham INET. Transaksi dilakukan pada 26 Februari 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di INET menjadi 59,38%. (Publikasi emiten)
* *EMAS* : *PT Merdeka Gold Resources (EMAS)* merealisasikan pengiriman perdana emas dore, dengan mengirim 44 kg emas dore ke fasilitas pemurnian PT Aneka Tambang (ANTM), menandai transisi proyek tambang emas Pani menuju produksi komersial. (Kontan)
* *ARKO* : *PT Arkora Hydro (ARKO)* resmi mulai mengoperasikan PLTA Kukusan 2 berkapasitas 5,4 MW di Lampung, dengan estimasi produksi 35 GWh per tahun. Proyek ini menjadi pembangkit keempat dari ARKO, dengan kontribusi sekitar 17,8% terhadap target produksi listrik perseroan tahun ini. Proyek berbasis teknologi run-of-river itu menjadi bagian dari ekspansi portofolio EBT ARKO, termasuk penyelesaian Proyek Tomoni 10 MW dan pengembangan Pongeombe 20 MW hingga 2029. (Investor Daily)
* *DGNS* : *PT Diagnos Laboratorium Utama (DGNS)* akan melakukan private placement sebanyak 125 juta (10%) saham, harga pelaksanaan dan calon investor belum diumumkan. Dana yang dihimpun akan digunakan untuk pengembangan usaha Perseroan dalam bentuk modal kerja, penambahan outlet, hingga pembelian saham dan aset. Rencana ini menunggu persetujuan RUPS yang direncanakan pada 6 April 2026. (Publikasi emiten)
* *VKTR* : Pemegang saham *PT VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR)* , Kuantum Akselerasi Indonesia, menjual ~19 juta saham VKTR. Harga tidak diumumkan, namun mengasumsikan harga penutupan pada tanggal transaksi 2 Februari 2026 di level Rp680/saham, total transaksi mencapai ~Rp13 miliar. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di VKTR menjadi 5,18%. (Publikasi emiten)
* *CNMA* : *PT Nusantara Sejahtera Raya (CNMA)* berencana melakukan pengalihan ~1,7 miliar saham hasil buyback melalui ditribusi kepada pemegang saham dengan rasio 50:1. Cum date pada 14 April 2026 dan pelaksanaan distribusi pada 6 Mei 2026. Rencana ini akan menunggu persetujuan RUPST yang direncanakan pada 6 April 2026. (Publikasi emiten)
* *DOID* : Pemegang saham *PT Buma Internasional Grup (DOID)* , PT Trimegah Sekuritas Indonesia (TRIM), menjual 130 juta (1,60%) saham DOID dengan harga Rp310/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp40 miliar, bertujuan untuk reverse repo. Transaksi dilakukan pada 23 Februari 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di DOID menjadi 4,90%. (Publikasi emiten)
* *BLTA* : *PT Berlian Laju Tanker (BLTA)* mengumumkan pengunduran diri A. Yulian Hery Emanto dari jabatan Direktur. Rencana tersebut akan diputuskan dalam RUPSLB terdekat. (Publikasi emiten)
* *DGWG* : Pengendali *PT Delta Giri Wacana (DGWG)* , Agro Jaya Mandiri, menjual ~737 juta (12,53%) saham DGWG dengan harga Rp136/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp100 miliar, bertujuan untuk repo. Transaksi dilakukan pada 22 Desember 2025. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di DGWG menjadi 0,22%. (Publikasi emiten)
* *AVIA* : *PT Avia Avian (AVIA)* mencatatkan laba bersih sebesar Rp558 miliar pada 4Q25 (+37% QoQ; +11% YoY), sehingga laba bersih selama 12M25 menjadi Rp1,7 triliun (+5% YoY). Hasil ini sejalan dengan estimasi, mencapai 103% dari estimasi FY25F konsensus dan Mansek. Pendapatan pada 4Q25 tercatat Rp2,2 triliun (+7% QoQ; +6% YoY), sehingga pendapatan selama 12M25 menjadi Rp8,1 triliun (+9% YoY). Mansek memiliki rating BUY untuk AVIA. (Mansek Research)
* *BNGA* : *PT Bank CIMB Niaga (BNGA)* mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,6 triliun pada 4Q25 (-11% QoQ; -5% YoY), sehingga laba bersih selama 12M25 menjadi Rp6,9 triliun (+1% YoY). Hasil ini sejalan estimasi konsensus dan Mansek, mencapai 98-99% dari estimasi FY25F. PPOP pada 12M25 tercatat Rp10,2 triliun (+2% YoY). NIM pada 12M25 turun menjadi 3,90% (vs. 12M24: 4,03%). NPL tercatat 1,79% (vs. 3Q25: 1,98%; 4Q24: 1,78%). Kredit tumbuh +5% YoY dengan DPK tumbuh +4% YoY. Mansek mempertahankan rating BUY untuk BNGA. (Mansek Research)
* *BNGA* : *PT Bank CIMB Niaga (BNGA* ) mencatatkan laba bersih (bank only) sebesar Rp580 miliar pada Januari 2026 (-7% MoM; +63% YoY). Kinerja tersebut sejalan dengan ekspektasi, mencapai 8% dari estimasi FY26F Mansek dan konsensus. Hasil ini terutama didorong oleh net interest income yang stabil, non-interest income yang kuat, dan turunnya beban provisi. PPOP pada 1M26 tumbuh 40% YoY menjadi Rp865 miliar. Kredit bertumbuh +1% YoY. DPK bertumbuh +9% YoY. NIM pada 1M26 naik ke level 3,9% (vs. 1M25: 3,8%). Adapun beban provisi pada 1M26 turun -23% YoY, sehingga CoC turun menjadi 0,7% (vs. 1M25: 0,9%), di bawah guidance CoC FY26 dari manajemen sebesar 0,9–1,1%. Mansek mempertahankan rating BUY untuk BNGA. (Mansek Research)
* *BTPS* : *PT Bank BTPN Syariah (BTPS)* mencatatkan laba bersih sebesar Rp108 miliar pada 1M26 (+32% MoM; -2% YoY.) Kinerja tersebut sejalan dengan ekspektasi, mencapai 7–8% dari estimasi FY26F Mansek dan konsensus. Hasil ini terutama didorong oleh kenaikan beban operasional dan melemahnya net interest income, seiring sekitar Rp300 miliar kredit yang terpapar bencana alam di Sumatera masuk proses restrukturisasi dan sementara tidak menghasilkan pendapatan bunga. PPOP pada 1M26 turun menjadi Rp183 miliar (-15% YoY). Pembiayaan tumbuh +3% YoY dengan DPK tumbuh +7% YoY. NIM 1M26 turun ke level 21,9% (vs. 1M25: 24,5%). Adapun beban provisi pada 1M26 turun -41% YoY, sehingga CoC turun menjadi 5,2% (vs. 1M25: 9,1%). Mansek mempertahankan rating BUY untuk BTPS. (Mansek Research)
* Negosiasi terbaru antara AS dan Iran mengenai nuklir telah berlangsung dan disebut sebagai putaran yang paling intens sejauh ini. Namun, pembahasan tersebut belum menghasilkan terobosan berarti sehingga kedua pihak sepakat memperpanjang perundingan ke pekan depan. Fokus utama tetap pada program nuklir Iran dan tuntutan penghentian sanksi AS. Ketidakselarasan posisi kedua pihak membuat jalan menuju kesepakatan masih tertahan. (CNBC)
* Bloomberg melaporkan bahwa S&P Global Ratings menilai tekanan fiskal Indonesia meningkat karena beban bunga diperkirakan berpotensi telah melampaui 15% dari pendapatan pemerintah. Sebelumnya, S&P tidak mengubah peringkat kredit Indonesia dengan BBB dan outlook stabil. Meski begitu, S&P Global Ratings menyampaikan bahwa peningkatan tekanan fiskal dapat meningkatkan risiko penurunan terhadap prospek peringkat kredit Indonesia. (Bloomberg)
* *GIAA* : Managing Director Danantara, Rohan Hafas, mengatakan target merger antara Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air rampung pada 1H26. Merger ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional tanpa penambahan armada baru. Meski begitu, rincian pasti mengenai mekanisme merger belum disampaikan. Saat ini, Garuda memasuki fase optimalisasi melalui remapping rute domestik dan internasional. (Bisnis)
* Investasi semikonduktor RI–AS diperkirakan mencapai USD31,59 miliar melalui penandatanganan joint development agreement (JDA). Pada tahap awal, pengembangan ekosistem ditaksir senilai USD4,89 miliar dan mencakup pembangunan pabrik polysilicon serta fasilitas sel surya. Kerja sama ini melibatkan PSN Kawasan Industri Wiraraja Green Renewable Energy yang digarap PT Galang Bumi Industri, serta Essence Global Group LLC dan Tynergy Technology Corp. (Kontan)
* Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan pemerintah meninjau kembali konsep harga keekonomian gas bagi industri karena tarif domestik yang kini berada di kisaran USD12 per mmbtu dinilai melemahkan daya saing, sementara harga regional jauh lebih rendah. Evaluasi dilakukan seiring potensi pasokan besar dari proyek Abadi Masela yang diharapkan dapat menurunkan struktur biaya industri. (Kontan)
=========
*Disclaimer ON*
*Retail – PT Mandiri Sekuritas*