Sektor metal, khususnya nikel, saat ini sedang berada dalam fase transisi yang sangat menarik dengan pandangan Overweight (positif). Sentimen utama didorong oleh pemulihan harga nikel yang tajam akibat intervensi kebijakan di sisi suplai, yang diprediksi akan meningkatkan pendapatan sektor secara berarti tahun ini.
Sentimen Pendorong Utama: Kelangkaan Pasokan (Supply Tightness)
Faktor fundamental yang mengubah sentimen pasar adalah rencana pemerintah Indonesia untuk membatasi suplai nikel guna menstabilkan harga. Pemerintah berencana memangkas kuota RKAB penambang nikel menjadi 260–270 juta wmt, angka yang berada di bawah estimasi permintaan domestik sebesar 295 juta wmt.
Kesenjangan antara pasokan dan permintaan ini telah menciptakan beberapa efek berantai:
• Kenaikan Harga Signifikan: Harga nikel LME telah pulih sebesar 17%, sementara harga NPI (Nickel Pig Iron) melonjak 22%.
• Lonjakan Premium Bijih: Terbatasnya ketersediaan bijih nikel di pasar domestik menyebabkan premium bijih saprolite melonjak hingga ke kisaran USD 30–60/ton.
• Ketergantungan Impor: Untuk menutupi defisit pasokan, Indonesia diproyeksikan akan meningkatkan impor bijih nikel (terutama dari Filipina) hingga melebihi 20 juta wmt.
Dari sentimen di atas, emiten apa yang di untungkan?? Kalau kata Pak Ariyanto sih ada $NCKL $INCO $HRUM
