➖ Jika ditelisik dengan cermat, tidak (belum) ada perubahan outlook atau bahkan penurunan rating yang resmi dilakukan S&P.
S&P hanya concern, waspada.
Itupun baru disampaikan oleh analisnya, bukan dengan suatu statement resmi.
Yang jadi isu utama buat S&P adalah rasio pembayaran bunga utang terhadap total pendapatan negara yang mungkin masih melampaui ambang batas yang dianggap aman yaitu 15%.
https://cutt.ly/ItW4hSKS
Akan tetapi, dari rilis APBN KiTa realisasi APBN Januari 2026
https://stockbit.com/post/28744699
sudah menunjukkan hal positif dengan adanya peningkatan pendapatan negara.
Harusnya isu rasio pembayaran bunga utang terhadap pendapatan negara yang 15% itu, tidaklah menjadi persoalan yang pelik buat fiskal Indonesia.
$IHSG $BMRI $BIPI
