imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

"SURAT CINTA DARI PUCUK : Fundamental Bagus Bukan Jaminan Harga Kebal Gravitasi"

Banyak yang bilang, "Beli saja saham yang fundamentalnya jelas, laporan keuangannya bagus, labanya naik, pasti aman.." Kalimat ini benar, tapi setengah benar..
Satu hal yang sering kita lupakan di bursa : Fundamental adalah 'mesin', tapi Psikologi Pasar adalah 'supir'-nya..

Ingatlah kisah $NRCA saat menyentuh angka di atas Rp2.000 atau $KETR saat dikelilingi isu infrastruktur digital raksasa.. Saat itu, narasi yang beredar sangat manis : "Akan diakuisisi konglomerat," "Proyek IKN di depan mata," "Valuasi bakal ke langit.." Isu-isu ini adalah bumbu yang membuat kita FOMO (Fear of Missing Out)..

Kita lupa bahwa :
Harga Ada Batasnya : Saham terbaik pun akan jadi investasi terburuk jika dibeli di harga yang terlalu mahal.. Ketika harga sudah naik ratusan persen, semua berita baik sebenarnya sudah "terdiskon" di harga tersebut (priced-in)..

Bandar Meminjam Fundamental : Market maker seringkali meminjam berita fundamental yang bagus untuk menciptakan "pintu keluar" bagi mereka.. Mereka butuh pembeli (ritel yang FOMO) agar mereka bisa jualan di harga pucuk..

Gravitasi Valuasi itu Nyata: Sebagus apa pun perusahaannya, jika harga pasar sudah terbang jauh meninggalkan nilai intrinsiknya, dia akan "kempes" pada waktunya.. Jatuhnya bisa menyakitkan—dari Rp2.000 kembali ke ratusan perak, menyisakan kerugian hingga 60% lebih bagi mereka yang nekat masuk di puncak..

Pesan untuk kita semua:
Jangan jadi "investor dadakan" yang baru cinta pada sebuah saham setelah harganya terbang tinggi.. Cintailah sahamnya saat harganya masih di bawah, tapi waspadalah saat semua orang mulai membicarakannya di harga atas..
Investasi itu tentang keamanan modal, bukan tentang adu cepat kaya karena kemakan isu.. Ingat, cut loss itu sakit, tapi nyangkut di pucuk selama bertahun-tahun sambil melihat saldo minus 60% jauh lebih menyesakkan dada..

tag : $ADRO

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy