imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Bursa Tidak Mengenal Belas Kasihan

Selamat pagi teman-teman di $IHSG.

Pasca dinamika terkait MSCI, saya melihat FENOMENA yang berulang, dan terus terulang, di pasar kita. Banyak investor baru masuk ke saham-saham konglomerasi SPEKULATIF dan saham GORENGAN tepat di pucuk harga. Hari ini, sebagian dari mereka sudah mencatatkan penurunan 50–60%, bahkan lebih.

Lebih lucunya lagi, setelah rugi dalam, mereka menyimpulkan satu hal:

“Bursa Indonesia SURAM. Tidak ada masa depan.”

Padahal..... mereka baru mengenal pasar satu siklus, bahkan belum genap SATU TAHUN.

Di sini letak KEKELIRUAN. Pasar saham itu tidak pernah menjanjikan hasil; pasar hanya merefleksikan DISIPLIN atau KECEROBOHAN kita sendiri. Membeli perusahaan tanpa laba, tanpa arus kas, dengan valuasi P/E ribuan dan PBV ratusan, itu bukan investasi. Itu spekulasi yang DIBUNGKUS label investasi agar terdengar lebih terhormat.

Padahal DEFINISI investasi kan jelas: Membeli aset hari ini dengan klaim atas arus kas masa depan yang rasional dan terukur. Perusahaan yang sehat menghasilkan LABA, memperkuat EKUITAS, memperluas bisnis, atau membagikan DIVIDEN. Ada mekanisme penciptaan nilai. Ada fondasi fundamental.

-- Warren Buffett menyebutnya VALUE CREATION

Sebaliknya, membeli saham yang hanya ditopang NARASI, berharap ada pembeli berikutnya di HARGA lebih tinggi, bukanlah proses penciptaan nilai, itu adalah permainan ekspektasi dan harapan.

-- Ini adalah GREATER FOOLS Theory.

Kenaikan pasar tahun 2025 memang mengangkat banyak saham, baik yang bagus maupun yang jelek. Tetapi perlu diingat bahwa RELI tidak mengubah kualitas bisnis. Narasi MSCI, momentum, atau sentimen global bisa menjadi katalis jangka pendek; namun dalam jangka panjang, yang menentukan adalah earnings power dan disiplin modal kita sendiri.

****

Di sinilah PELAJARAN bagi kita semua:

Bursa itu tidak mengenal BELAS KASIHAN, yang ada hanya rugi atau untung.

Uang yang hilang 60% dalam hitungan hari bukanlah salah pasar, itu adalah kegagalan investor dalam MANAJEMEN RISIKO.

Lucunya, Bahkan setelah turun dalam pun, saham yang dulu secara valuasi masih mahal tetaplah mahal. Harga yang turun tidak otomatis membuatnya murah; valuasi dan kualitas bisnis lah yang menentukan. Sebagai investor, fokus utama kita bukan pada potensi UPSIDE, tetapi pada pengendalian DOWNSIDE.

Return adalah HASIL. Risk management adalah PROSES.

Belajarlah membedakan antara VOLATILITAS dan KERUGIAN PERMANEN. Belajarlah membaca laporan keuangan sebelum membaca RUMOR. Belajarlah menghargai arus kas lebih dari sekadar CERITA.

Karena pada akhirnya, pasar modal adalah tempat di mana disiplin diberi IMBALAN dan kecerobohan akan DISANKSI.

****

Jangan sampai uang yang kalian PEROLEH dengan kerja keras bertahun-tahun, habis dalam satu keputusan yang tidak didasarkan pada analisis.

Investasi sebenarnya menuntut kesabaran, kerendahan hati, dan pemahaman risiko.

Selebihnya ya hanya orang BERJUDI yang BERLAGAK mereka sedang investasi.

$ADRO $BUMI

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy