27 Feb 2026 - TRADING HALT LAGI ??
Semalam keluar berita negatif mengenai kekuatiran S&P terhadap kondisi fiskal kita:
https://cutt.ly/utW89CqO
Setelah Moody downgrade outlook kredit kita dari stabil ke negatif, lalu sekarang S&P, berarti nanti tinggal satu lagi si Fitch ratings.
Alasan Moody downgrade: melemahnya tata kelola dan meningkatnya risiko fiskal di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Alasan S&P : melemahnya penerimaan sehingga rasio pembayaran bunga utang terhadap pendapatan tahun lalu sudah melampaui batas 15%, yang selama ini kita konsisten berada di bawah 15% utk waktu yg lama. Defisit 2,9% tahun lalu lebih tinggi dari perkiraan.
Penerimaan negara melemah = penerimaan pajak turun. Bisnis lebih sepi. Lihat saja EPS bank himbara $BBRI $BBNI yang year to date melemah. Hanya $BMRI yg plus setipis tissue.
Jadi intinya adalah risiko fiskal. Harus diakui berat memang, salah satunya karena program yg boros, seperti MBG. Anggaran besar, makanan gak enak, lalu gak dimakan, kalau dimakan, ada yg keracunan. Logika cuan lebih bermain di sini daripada logika pemenuhan gizi.
Asing maunya kita expense di hal yg produktif, sedangkan kasih makan anak2 adalah investasi jangka panjang, itu pun kalau makanannya bergizi dan anak tsb besarnya produktif. Ditambah kebijakan lain yg aneh: pencabutan izin tambang emas UNTR, pengelolaan tambang utk ormas, penyitaan lahan sawit, pemangkasan kuota batubara, Indomaret dkk tidak boleh beroperasi di desa karena sdh ada kopdes, dll.
Ya gitu lah, semoga petinggi negara kita lebih peka, lebih banyak berbenah, dan bulan depan Fitch ratings tidak mengeluarkan opini yg jelek spt kawan2nya.
-------------------------------------
update:
lalu gimana? apakah akan trading halt lagi?
Hopefully no, karena saya melihat inflow asing di BMRI dan BBRI beberapa hari ini menjelang pembagian dividen. Sebagai info, RUPST BBNI tinggal 10 hari lagi, dengan yield 7,83% di harga saat ini.
