#46 Tidak Semua Rugi Harus Dikejar Balik
Semakin lama saya berada di pasar, semakin saya mengerti bahwa tidak semua kerugian perlu ditebus. Dulu ada dorongan halus dalam diri untuk segera mengembalikan angka yang hilang, seolah-olah setiap minus harus dikompensasi secepat mungkin. Rasanya seperti ada hutang yang harus dibayar kepada diri sendiri. Namun seiring waktu, saya menyadari bahwa sikap itu justru sering membuat langkah saya menjadi reaktif. Kerugian adalah bagian dari sistem, bukan kesalahan yang harus dibalas.
Saya mulai memahami bahwa sistem yang sehat sudah memasukkan kemungkinan rugi di dalamnya. Ia tidak menjanjikan hasil sempurna, tetapi menawarkan kerangka yang konsisten. Ketika hasil tidak sesuai harapan, emosi sering mendorong saya untuk bertindak lebih agresif agar situasi cepat “netral” kembali. Tetapi sistem mengajarkan hal yang berbeda: tetap berada pada rencana yang telah disusun saat pikiran jernih. Disiplin menjadi lebih penting daripada dorongan untuk membuktikan bahwa saya bisa segera memperbaiki keadaan.
Perubahan cara saya merespon kerugian terjadi ketika saya berhenti melihatnya sebagai sesuatu yang harus dikejar balik. Saya mulai menerima bahwa sebagian hasil negatif memang perlu dilepaskan tanpa drama. Saya mengevaluasi seperlunya, mengambil pelajaran yang relevan, lalu kembali pada ritme yang sama. Tanpa tekanan untuk menebus, pikiran saya menjadi lebih stabil. Keputusan yang saya ambil pun lebih tenang, tidak lagi dipengaruhi oleh kebutuhan untuk segera menutup luka.
Pada akhirnya, saya belajar bahwa kedewasaan dalam investasi bukan tentang selalu berada di posisi unggul. Ia tentang kemampuan untuk menerima bahwa ada fase yang tidak perlu diperbaiki dengan tindakan tambahan. Tidak semua rugi harus dikejar balik. Sebagian cukup diterima sebagai bagian dari perjalanan. Dan dalam penerimaan itu, saya menemukan ketahanan yang lebih dalam dan cara berpikir yang lebih matang.
$IHSG $POWR $KEEN
