$IHSG Berdasarkan kondisi pasar pada hari ini, Kamis, 26 Februari 2026, IHSG mengalami tekanan yang cukup signifikan. Kombinasi antara pelebaran defisit anggaran domestik dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah menciptakan campuran sentimen negatif yang memicu aksi jual.
Berikut adalah analisis mendalam mengenai dampak faktor-faktor tersebut:
1. Dampak Defisit APBN terhadap IHSG
Pemerintah telah mengonfirmasi pelebaran target defisit APBN 2026 menjadi 2,68% terhadap PDB (naik dari proyeksi awal 2,48%).
I. Sentimen Negatif: Pasar merespons negatif karena pelebaran defisit dianggap mempersempit ruang fiskal dan meningkatkan ketergantungan pada utang baru di tengah suku bunga tinggi.
II. Tekanan pada Rupiah: Defisit yang melebar memicu kekhawatiran terhadap stabilitas nilai tukar. Rupiah sempat tertekan ke kisaran Rp16.800–Rp16.900 per dolar AS, yang secara langsung menekan saham-saham perbankan dan emiten dengan beban utang valas besar.
III. Yield Obligasi: Kebutuhan pembiayaan yang meningkat menyebabkan harga obligasi turun dan yield naik, sehingga investor cenderung mengalihkan modal dari pasar saham ke instrumen pendapatan tetap.
2. Gejolak Iran vs Amerika Serikat
Ketegangan di Selat Hormuz menjadi "awan hitam" bagi pasar global minggu ini.
I. Kenaikan Harga Minyak: Risiko gangguan pasokan di Selat Hormuz mendorong harga minyak mentah (Brent) mendekati level tertinggi dalam 6 bulan. Bagi Indonesia, ini berarti beban subsidi energi bisa membengkak, yang kian memperburuk kekhawatiran soal defisit APBN tadi.
II. Risk-Off Sentiment: Investor global cenderung menarik dana dari pasar negara berkembang (emerging markets) menuju aset aman (safe haven) seperti emas dan dolar AS. Hal ini terlihat dari penurunan tajam IHSG hingga -1.05% ke level 8.235 pada penutupan hari ini.
3. Pergerakan IHSG Hari Ini (26 Februari 2026)
I. Penutupan: Melemah signifikan di level 8.235,27 (-1,05%).
II. Kondisi: Sempat dibuka menguat tipis, namun ambruk di sesi II karena aksi jual masif pada saham blue-chip dan sektor infrastruktur serta barang baku.
4. Prediksi IHSG Besok (Jumat, 27 Februari 2026).
Untuk perdagangan besok, IHSG diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas (konsolidasi).
I. Faktor Penentu: Besok adalah jadwal rebalancing indeks MSCI. Biasanya terjadi lonjakan volume transaksi di akhir sesi yang bisa membuat pergerakan harga sangat liar (volatile).
II. Rentang Support/Resistance: Melihat adanya rebound kecil dari titik terendah (8.139) ke penutupan (8.235), ada indikasi "perlawanan" dari pembeli. Namun, angka ini mengubah peta teknikal untuk besok:
Support Terdekat: Level 8.140 (titik Low hari ini) menjadi benteng pertahanan krusial. Jika level ini jebol besok, IHSG berisiko meluncur ke area 8.080.
Resistance Terdekat: Area 8.280 - 8.300. IHSG perlu kembali ke atas level ini untuk menenangkan pasar.
⚠️ NOTE: Tetap waspada terhadap rilis data ekonomi US dan perkembangan berita di Timur Tengah malam ini. disarankan untuk wait and see atau masuk secara bertahap (averaging down) hanya pada saham-saham dengan fundamental kuat yang sudah jenuh jual.
Tag: $BBCA $BMRI
