imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

"Orang kaya makin kaya. Orang miskin makin miskin" punya banyak mekanik. Salah satu mekaniknya adalah begini :

Orang kaya lebih gampang dikasih duit pinjaman. Konsekuensinya, cashflow-nya lebih deras, lebih stabil, lebih bisa ambil opportunity lain.

Logika bodoh akan mikir, "orang kaya duitnya udah banyak. Harusnya pinjaman tuh dikasih ke yg miskin". Ndak gitu yo cara mainnya. Penerimaan duit pinjaman tuh bukan perkara siapa yg lebih butuh, melainkan siapa yg lebih bisa dipercaya.

Bisnis pinjam-meminjam duit itu bisnis yg didasari kepercayaan. Kepercayaan bahwa yg dipinjami duit punya cukup banyak asset untuk mengembalikan pinjaman. Kepercayaan bahwa yg meminjamkan duit punya cukup likuiditas untuk diserahterimakan ke orang lain.

Biar lebih percaya lagi, ada pihak ketiga lain yg fungsinya jadi juri. Misal di kutipan berita ini, ada Pefindo selaku penilai credit rating. Pefindo disini kasih penilaian baik kepada $ISSP sebagai penerima pinjaman.

Di kasus ini, mekanismenya agak mbulet. $ISSP menerbitkan corporate bond (AKA surat hutang), yang mana kemudian dibeli oleh investor, yang lalu ditebus jadi uang + interest ketika mencapai maturity. Kalau dikasih penilaian baik oleh Pefindo, berarti ISSP sanggup ngutang dan sanggup bayar. Kalau ratingnya triple A, berarti ISSP ini tukang ngutang tier triple A juga 馃槀馃槀

Walau katanya corporate bond tuh asset yg aman, bukan berarti ini asset yg zero risk. Ada risiko perusahaan selaku penerbit surat hutang gagal bayar disitu. Dan biasanya corporate bond punya interest yg lebih besar ketimbang (misal) obligasi negara, jadi beban bayarnya lebih berat. Dahlah gitu, corporate tidak punya kemampuan untuk nyetak duit untuk bayar hutang (tidak seperti pemerintah).

Tapi kalau dapat rating triple A, dahlah bisa bayar interest, minimal punya asset yg cukup kalau amit-amitnya gagal bayar pakai duit cash. Penerbitan surat hutang bukan lah behavior perusahaan yg tidak pede akan masa depannya sendiri.

Ada satu mekanik lagi yg menyebabkan orang kaya tambah kaya :

Kemampuan mengelola cashflow.

Kalau diliat sejarahnya, ini ISSP ngutang terus dari tahun ke tahun. Ya ndak bangkrut tuh, malah cashflownya positif. Duit hasil hutangnya bahkan berubah jadi asset yg lain, mulai ternak banyak properti.

My verdict? Saya bercita-cita bisa kayak manajemennya ISSP. ISSP punya bakat untuk tambah kaya lagi.

Disclaimer : bukan ajakan untuk membeli, melainkan ajakan untuk melihat kepercayaan sebagai capital. Social capital. Working capital.

$IHSG

Read more...
2013-2026 Stockbit 路AboutContactHelpHouse RulesTermsPrivacy