imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PNBN

Halo rekan-rekan investor! Mari kita bedah bersama kinerja keuangan tahun penuh 2025 dari PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) untuk melihat peluang investasi yang ada. Dari data laporan keuangan terbaru ini, ada beberapa poin penting yang harus kalian catat sebagai investor cerdas untuk menentukan langkah ke depan.

**1. Profitabilitas Cenderung Stagnan namun Stabil**
Sepanjang tahun 2025, PNBN mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 2,87 triliun, tumbuh tipis dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp 2,86 triliun. Laba yang dapat diatribusikan ke entitas induk tercatat Rp 2,75 triliun, yang mendongkrak Laba Per Saham (EPS) dasar menjadi Rp 114,24 dari sebelumnya Rp 113,70. Kenaikan tipis ini didukung oleh pendapatan bunga yang naik menjadi Rp 15,60 triliun dari Rp 15,45 triliun. Meski pertumbuhannya tidak meledak, bank ini membuktikan ketahanannya dalam mencetak profit.

**2. Strategi De-risking dan Konsolidasi Neraca**
Jika kalian jeli melihat neracanya, total aset PNBN justru menyusut menjadi Rp 237,32 triliun dari Rp 243,95 triliun di tahun 2024. Mengapa hal ini terjadi? Ternyata bank melakukan pengereman pada ekspansi kredit pihak ketiga yang turun menjadi Rp 135,22 triliun dari sebelumnya Rp 138,65 triliun. Selain itu, portofolio efek-efek yang diperdagangkan juga dipangkas dari Rp 62,28 triliun menjadi Rp 56,63 triliun.

Di sisi lain, permodalan (ekuitas) perusahaan justru makin tebal, naik dari Rp 56,06 triliun menjadi Rp 58,77 triliun. Total liabilitas juga berhasil ditekan menjadi Rp 164,11 triliun dari Rp 176,22 triliun. Ini indikasi kuat bahwa manajemen sedang fokus merapikan neraca dan memperkuat bantal permodalan, bukan sekadar mengejar pertumbuhan aset yang agresif.

**3. Kualitas Aset (NPL) Semakin Sehat!**
Ini adalah poin *bullish* yang patut diapresiasi! Di tengah pengereman kredit, bank sukses memperbaiki kualitas asetnya. Rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPL) Gross membaik secara signifikan menjadi 2,58% dari 3,05% di tahun lalu. NPL Net juga turun sangat aman ke level 0,85% dari 0,90%. Sejalan dengan membaiknya kredit macet, Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) pada pinjaman juga berhasil diturunkan dari Rp 7,43 triliun ke Rp 6,36 triliun. Ini menandakan manajemen risiko PNBN berjalan dengan sangat baik dan efisien.

**4. Tantangan di Biaya Dana (*Cost of Fund*)**
Satu hal yang perlu kalian waspadai adalah struktur Dana Pihak Ketiga (DPK). Terjadi pergeseran di mana dana mahal berupa deposito berjangka pihak ketiga naik dari Rp 76,62 triliun menjadi Rp 81,56 triliun. Sementara itu, dana murah berupa tabungan pihak ketiga justru turun dari Rp 50,05 triliun menjadi Rp 47,28 triliun. Hal ini memicu kenaikan beban bunga bank menjadi Rp 6,65 triliun dari sebelumnya Rp 6,54 triliun. Ke depannya, bank perlu taktik yang lebih solid untuk menarik dana murah agar margin bunga tidak tertekan.

**Arahan Investasi dari Mentor:**
Untuk rekan-rekan investor, saham PNBN saat ini menunjukkan karakter *"Value Play"* klasik. Pertumbuhan fundamental (*top-line*) memang tidak begitu agresif karena manajemen sedang mengerem laju kredit, namun kualitas aset (NPL) terbukti sangat terjaga dan ekuitas semakin gemuk.

*Action Plan:* Jika valuasi saham PNBN saat ini di pasar (*Price to Book Value* / PBV) masih tergolong sangat murah (*undervalued*), saham ini sangat menarik untuk dikoleksi secara bertahap (Accumulate) bagi kalian yang berorientasi investasi jangka menengah hingga panjang. Bank dengan rasio kredit macet yang terus membaik dan modal yang tebal adalah tempat berlindung yang sangat baik (*defensive*). Tetap kawal laporan kuartalan berikutnya untuk melihat kapabilitas bank ini dalam memutar kembali dana murah (CASA) dan menggenjot kredit. Disiplin dengan *money management* dan *happy investing*!

https://cutt.ly/qtWAgu8Y

RANDOM TAG $BDMN $BNGA

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy