$DEWA itu lucu ya…
Begitu mulai banyak dibahas influencer, timeline penuh analisa dadakan, story IG pakai chart + lagu dramatis…
di situlah ritel mulai berdatangan.
Ritel itu ibarat angkot.
Satu masuk, dua masuk, lima masuk…
Akhirnya satu jalan isinya angkot semua.
Bukan ngebut, malah klakson-klaksonan.
Yang ada macet, saling tunggu, saling intip:
“Bang, udah TP belum bang?”
Padahal saham bisa “terbang” kalau yang pegang itu smart money.
Mereka ibarat busway.
Unitnya sedikit.
Jalurnya jelas.
Nggak berhenti tiap 10 meter buat nunggu penumpang yang baru lihat konten “WAJIB BELI SEBELUM TERLAMBAT”.
Masalahnya, ritel sering masuk bukan karena paham,
tapi karena takut ketinggalan.
FOMO itu bukan strategi, itu refleks.
Dan pasar nggak pernah kasih reward ke yang paling heboh.
Pasar lebih menghargai yang paling sabar.
Jadi kalau tiba-tiba satu saham jadi topik nasional,
mungkin pertanyaannya bukan “Masih bisa naik nggak?”
tapi…
“Yang ngajak masuk, sudah duduk di busway duluan atau masih di angkot bareng kita?”
DYOR
random $BUMI $BELL