imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

SOAL PENGGORENGAN SAHAM PBV VOC

Bayangkan pasar saham itu seperti sebuah ekosistem kolam ikan. Saham blue chip adalah ikan-ikan paus yang stabil, sedangkan saham "gorengan" adalah balon yang ditiup paksa sampai ukurannya terlihat sebesar paus.

Ketika balon-balon ini meletus, seluruh isi kolam kena getahnya. Begini cara mainnya:

1. Distorsi Indeks (Efek "Palsu")
IHSG atau indeks pasar dihitung berdasarkan Market Cap (harga saham × jumlah lembar). Kalau ada saham "sampah" yang harganya digoreng sampai market cap-nya masuk 10 besar, dia akan mendominasi pergerakan indeks.

Masalahnya: Indeks terlihat hijau dan "sehat", padahal ekonomi aslinya lagi lesu. Ini menipu investor asing dan institusi yang melihat data makro.

2. Valuasi yang Melawan Logika
Saham gorengan seringkali punya Price to Earnings (P/E) Ratio dan PBV yang gak masuk akal, bisa ratusan sampai ribuan kali lipat.

Dampaknya: Investor mulai ragu pada standar penilaian pasar. Kalau sampah saja dihargai mahal, buat apa beli blue chip yang pertumbuhannya bisa 10-15% setahun? Kepercayaan pada fundamental hancur.

3. Penarikan Likuiditas (Eksodus Modal)
Duit di pasar itu terbatas. Saat bandar menggoreng saham ke angka jumbo, mereka butuh likuiditas besar untuk menjaga harga.

Tragedinya: Seringkali investor (terutama ritel yang FOMO) menjual saham blue chip mereka yang aman tapi "lambat" demi mengejar cuan cepat di saham gorengan. Akibatnya, saham blue chip kehilangan pembeli dan harganya merosot.

4. Efek Domino Saat "Bubble" Meletus
Sesuatu yang naik karena angin, pasti jatuh karena gravitasi. Saat harga saham gorengan itu rontok:

Margin Call: Investor yang pinjam uang ke sekuritas untuk beli saham gorengan dipaksa menjual aset lain (biasanya saham blue chip yang masih berharga) untuk menutupi kerugian.

Kepanikan Massal: Saat satu saham jumbo jatuh 50% dalam seminggu, sentimen pasar jadi chaos. Investor mulai "jual semua" (panic selling), termasuk saham perusahaan bagus, karena takut pasar akan kolaps total.

Intinya: Menggoreng saham sampai jadi "raksasa palsu" itu seperti membangun menara dari kartu di tengah badai. Begitu kartu bawah ditarik, seluruh gedung, termasuk tetangganya yang kokoh, ikut tertimpa reruntuhan.

Berita $MAPI https://cutt.ly/9tWQJnGW
$IHSG $LQ45

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy