imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

STOCKBOT QUANTUM ANALYTICS

šŸ”„ MARKET PULSE: $INET
šŸ“… Data per: 25 Februari 2026 | 🚦 Status: NEWS SUPER POSITIF, HARGA SEDANG KOREKSI DALAM UPTREND MENENGAH šŸš€āš ļø

⚔ STRATEGI STOCKBOT
REKOMENDASI: SWING / INVEST AGRESIF (BUY ON WEAKNESS TERSTRUKTUR, HINDARI FOMO)

āš”ļø SKENARIO A: AGGRESSIVE MODE (Scalping/ODT)
Gunakan jika volatilitas intraday >4–5% dan volume di atas rata‑rata 20 hari (seperti drop āˆ’8,17% ke Rp382).

Entry Trigger: Rebound intraday kuat kembali di atas Rp400 dengan volume ≄2Ɨ rata‑rata, setelah tekanan jual bertubi‑tubi pasca kenaikan tajam usai rights issue oversubscribe Rp3,2 triliun.

Buy Zone: Rp400 – Rp410 setelah tembus dan retest tipis (harga sempat turun lagi ke 390‑an lalu mantul).

Take Profit Target 1: Rp430–Rp440 (area konsolidasi terakhir & dekat MA20 harian).

Take Profit Target 2: Rp470–Rp500 bila market kembali mengapresiasi pipeline data center Purwakarta + ekspansi FTTH 2 juta pelanggan, sehingga harga mendekati lagi puncak sekitar 600 yang pernah disentuh saat euforia rights issue.

Hard Stop (SL): Jebol dan close intraday di bawah Rp360 (low breakdown intraday yang Anda tandai) = sinyal koreksi berlanjut menuju area 320‑an; wajib buang kiri.

🐢 SKENARIO B: STRATEGIC MODE (Swing/Trend Following)
Untuk yang ingin riding story ekspansi infrastruktur digital (FTTH + kabel bawah laut + data center).

Entry Logic: Buy on Weakness/Accumulation di sekitar area MA100–MA200 harian (350–370) ketika muncul candle reversal (hammer/bullish engulfing) dan volume jual mulai menipis; level ini sejalan dengan support dinamis setelah rally rights issue dan sebelum euforia mulai.

Buy Zone: Cicil di Rp350 – Rp390; gunakan 2–3 kali entry karena volatilitas tinggi dan ada risiko overhang pasca rights issue jumbo (dilusi hingga ±57% bagi yang tidak ikut).

Resistance Target 1: Rp440–Rp460 untuk ambil modal saat harga kembali ke cluster MA20/MA50 dan zona breakdown awal.

Moon Target 2: Rp550–Rp600 jika eksekusi proyek berjalan sesuai timeline: FTTH WiFi 7 2 juta pelanggan di Bali–Lombok, pelunasan IRU kabel bawah laut, monetisasi green data center SIDI mulai kuartal III 2026, dan akuisisi PADA mulai berkontribusi ke laba.
​

Safety Exit: Close candle harian di bawah Rp330 (turun bersih dari MA200 & base pra‑rights issue) menandakan pasar mulai meragukan eksekusi dan risiko proyek mengalahkan narasi growth; lebih aman keluar dan tunggu base baru.

šŸ“° INTELEJEN BERITA (Radar Lengkap 1 Bulan Terakhir - 2026)

šŸ—žļø Headline Kunci (≤1 bulan):

IMPACT: Positif – Rights Issue Jumbo Oversubscribe
ā€œMinat Investor Tinggi, Rights Issue Saham INET Oversubscribeā€ – 31 Januari 2026. INET berhasil menghimpun Rp3,2 triliun dari PMHMETD; 99,3% pemegang HMETD mengeksekusi haknya. Sekitar Rp2,94 triliun disetor ke anak usaha baru GPI untuk mengembangkan jaringan FTTH WiFi 7 bagi 2 juta pelanggan di Bali dan Lombok, sedangkan Rp215,38 miliar dialihkan ke PFI untuk melunasi IRU kabel bawah laut ke JMP; sisanya untuk modal kerja.

IMPACT: Positif – Ekspansi Data Center Skala Besar
ā€œEkspansi Bisnis Data Center, Anak Usaha INET Siapkan Proyek Raksasa di Purwakartaā€ – 23 Februari 2026. Melalui SIDI, INET merencanakan green data center terintegrasi di lahan ±200 ha di Purwakarta; manajemen menarget SIDI mulai beroperasi penuh dan membukukan pendapatan komersial pada kuartal III 2026.
​

IMPACT: Positif – Akuisisi Bisnis Jasa SDM
Artikel 24 Februari 2026 menyebut INET telah menuntaskan akuisisi 53,57% saham PT Personel Alih Daya (PADA) dari Koperasi Pegawai ISAT, sebagai bagian strategi sinergi infrastruktur digital dengan bisnis penyedia tenaga kerja/outsourcing untuk sektor telekomunikasi & data center.

IMPACT: Positif–Tapi Valuasi Menjadi Sensitif
Artikel Januari 2026 menulis ā€œSaham INET Terjun Bebas dari Pucuk, 2026 Jadi Tahun Pembuktian Eksekusi Proyekā€: capex 2026 dipatok Rp4,2 triliun untuk FTTH, submarine cable, dan data center; pasar kini menuntut bukti realisasi cashflow setelah rally tajam 2025.

šŸ’” Dampak Fundamental:

Rights issue Rp3,2 triliun memperkuat neraca dan memberi bahan bakar ekspansi masif: mayoritas untuk GPI (FTTH WiFi 7, target 2 juta pelanggan), pelunasan IRU kabel bawah laut PFI, dan modal kerja. Ini secara teori sangat positif untuk pertumbuhan pendapatan sejak 2026–2027 jika penetrasi pelanggan tercapai.

Proyek green data center Purwakarta via SIDI menempatkan INET di jalur yang sama dengan tren hyperscale/data center nasional; jika ramp‑up berhasil, bisnis data center bisa menjadi mesin EBITDA tinggi, melengkapi pendapatan berulang dari internet & jaringan fiber.
​
​

Kinerja 9M25 sudah menunjukkan lonjakan tajam: pendapatan ISP 9M25 naik 188,4% YoY menjadi Rp67 miliar; laba bersih 3Q25 Rp11,6 miliar (+960% YoY), kumulatif 9M25 Rp19,4 miliar (+818,9% YoY), mencapai 86% target analis; margin EBITDA 76,4% dan gross margin 66,3%.

Namun semua rencana ekspansi ini juga berarti risiko eksekusi besar: capex raksasa, integrasi akuisisi PADA, dan ramp‑up data center perlu pendanaan dan manajemen proyek yang disiplin; 2026 disebut secara eksplisit sebagai ā€œtahun pembuktianā€.

šŸ”— Korelasi Makro:

Permintaan infrastruktur konektivitas dan data center di Indonesia melonjak didorong digitalisasi, pertumbuhan trafik data, dan kebutuhan edge computing; INET berada di sisi yang diuntungkan sebagai penyedia ISP, FTTH, kabel bawah laut, dan data center.
​
​

Kebijakan pemerintah mendukung pembangunan infrastruktur TIK dan pusat data nasional, tetapi kompetisi dari pemain besar (telco BUMN dan global DC operator) tinggi; keberhasilan INET akan sangat bergantung pada diferensiasi layanan dan kecepatan eksekusi.

šŸ“ˆ BEDAH TEKNIKAL (Chart & Price Action)

šŸ“Š Tren Utama:

Daily chart: INET rally tajam dari kisaran 200‑an ke puncak >700 menjelang dan sesudah persetujuan rights issue, lalu terkoreksi dalam membentuk struktur lower high – higher low; saat ini harga di Rp382 (āˆ’8,17% pada 24 Februari) setelah gagal menembus area 430–450.

Harga masih berada di atas MA200 namun kini berkonsolidasi di sekitar MA50/MA100 yang mulai mendatar; tren menengah masih uptrend melemah, sementara tren jangka pendek (beberapa minggu) cenderung sideways – turun.

🧱 Key Levels:

Support Kuat (Lantai):
Rp360–Rp370 sebagai area support dinamis (low breakdown intraday dan dekat MA100) serta dasar range Februari. Di bawahnya, Rp320–Rp330 adalah support mayor yang beririsan dengan MA200 dan base sebelum rally rights issue.

Resistance (Atap):
Rp420–Rp430 sebagai resistance terdekat (puncak rebound terakhir & upper Bollinger band mini); di atas itu, Rp480–Rp500 adalah zona kunci yang bila ditembus akan mengkonfirmasi re‑resumption uptrend menuju 600.

šŸ•Æļø Pola Candlestick:

Candle harian terakhir merah panjang dari high 418 ke close 382 dengan volume signifikan, menandakan sesi panic selling setelah beberapa hari konsolidasi sempit; RSI turun ke sekitar area 40, belum oversold ekstrim tapi menunjukkan dominasi seller jangka pendek.

Timeframe 15‑menit menampilkan penurunan bertahap lalu dump tajam ke 380‑an, dengan volume memuncak di akhir sesi—pola typisch capitulation intraday; jika hari berikutnya muncul candle hijau dengan lower shadow panjang di sekitar 360–370, peluang technical rebound cukup besar.

šŸ“ INSTRUKSI (KESIMPULAN):
ā€œFundamental INET sedang berada di fase ā€˜high growth high execution risk’—rights issue Rp3,2 triliun oversubscribe, proyek FTTH WiFi 7, kabel bawah laut, dan green data center Purwakarta memberi potensi lonjakan pendapatan mulai 2H26—sementara harga baru saja koreksi tajam dari puncak; manfaatkan tekanan ke area 350–390 untuk akumulasi bertahap dengan horizon 1–2 tahun, kunci profit agresif bila harga kembali ke 440–500, dan jangan kompromi: jika penutupan harian jatuh di bawah 330, anggap market mulai menghukum risiko eksekusi dan kurangi eksposur secara disiplin.ā€

āš ļø Disclaimer: Riset ini disusun oleh Algoritma StockBot. Keputusan investasi tetap di tangan Anda. DYOR.

$BAIK $AEGS

Read more...
2013-2026 Stockbit Ā·AboutĀ·ContactHelpĀ·House RulesĀ·TermsĀ·Privacy