STOCKBOT QUANTUM ANALYTICS
🔥 MARKET PULSE: $TMAS
📅 Data per: 25 Februari 2026 | 🚦 Status: NEUTRAL CENDERUNG BULLISH RANGE (POST‑RALLY CONSOLIDATION) 🚢
⚡ STRATEGI STOCKBOT
REKOMENDASI: SWING / SCALPING TERUKUR (RANGE TRADING, BUKAN POSITION BESAR)
⚔️ SKENARIO A: AGGRESSIVE MODE (Scalping/ODT)
Gunakan jika intraday range >3% & volume signifikan.
Entry Trigger: Breakout intraday di atas Rp145 dengan volume setidaknya 2× rata‑rata 20 hari, mengkonfirmasi keluarnya harga dari konsolidasi pendek di sekitar 135–145 setelah rally tajam Januari.
Buy Zone: Rp145 – Rp152 setelah tembus dan retest singkat; hindari FOMO bila langsung lompat dekat 170 dalam satu candle karena box besar 120–200 masih kuat.
Take Profit Target 1: Rp165 (middle‑upper box dan area support bekas breakdown dari penurunan 200 → 130).
Take Profit Target 2: Rp185–Rp195 bila momentum kuat dan pasar kembali menguji puncak Januari di kisaran 190–200.
Hard Stop (SL): Jebol dan close intraday di bawah Rp135 setelah posisi masuk (false breakout) = buang kiri, karena membuka potensi kembali ke dasar box 120‑an.
🐢 SKENARIO B: STRATEGIC MODE (Swing/Trend Following)
Dipakai untuk mengail sideways up sambil mengandalkan fundamental pelayaran/kapal kontainer yang relatif stabil.
Entry Logic: Buy on Weakness dekat lantai box ketika harga mendekati Rp130–Rp135 dan muncul candle rejection dengan volume jual mengecil; area ini bertepatan dengan base konsolidasi Februari.
Buy Zone: Cicil di Rp130 – Rp145, karena belum ada news besar 2026 sehingga harga cenderung mengikuti siklus sektor pelayaran global (freight rate 2026 diproyeksi stabil, bukan super‑cycle).
Resistance Target 1: Rp170–Rp180 untuk ambil modal ketika harga menyentuh sisi atas box dan mendekati zona distribusi Januari.
Moon Target 2: Rp200–Rp210 bila suatu saat ada katalis baru (misalnya update ekspansi armada/capex Rp3 triliun yang mulai terealisasi atau data laba 2025/2026 di atas ekspektasi) dan volume mendukung breakout dari rectangle panjang 120–200.
Safety Exit: Close candle harian di bawah Rp125 (turun bersih dari box bawah dan dekat support historis pasca stock split) menandakan pasar mulai mendiskon risiko sektor/shipping; sebaiknya keluar dulu.
📰 INTELEJEN BERITA (Radar Lengkap 1 Bulan Terakhir - 2026)
🗞️ Headline Kunci (≤1 bulan 2026):
IMPACT: Nihil Sentimen Baru Spesifik TMAS
Hingga akhir Februari 2026 belum muncul news korporasi baru yang langsung menyasar TMAS (tidak ada pengumuman rights issue, buyback, atau kontrak besar terbaru yang dipublikasikan dalam 1 bulan terakhir). Fokus berita masih seputar profil bisnis TMAS awal tahun dan kinerja 2024/2025.
IMPACT: Netral–Sektor (Pelayaran Kontainer 2026)
Beberapa laporan pasar global memproyeksikan tarif pelayaran kontainer 2026 cenderung stabil di kisaran paruh kedua 2025, dengan permintaan tumbuh moderat sementara risiko geopolitik (Suez, Laut Merah) masih menjadi faktor penentu; artinya sektor shipping memasuki fase “normalisasi” setelah volatilitas ekstrem 2021–2023.
💡 Dampak Fundamental:
Secara struktural TMAS merupakan pemain pelayaran kontainer nasional dengan bisnis utama angkutan peti kemas, bongkar muat, dan depo; ex‑2024 perusahaan menargetkan laba 2025 sekitar Rp900 miliar, setelah 2024 mencatat laba bersih Rp673 miliar dan berencana membagikan dividen Rp228,2 miliar.
Capex Rp3 triliun yang disiapkan 2025 untuk ekspansi armada, peralatan, dan bisnis baru (termasuk inisiatif dekarbonisasi & training awak kapal) mencerminkan strategi jangka menengah untuk memperkuat daya saing dan mendukung tren logistik yang lebih hijau, namun efek ke bottom line akan bertahap dan tidak langsung menggerakkan harga harian 2026 tanpa update lanjutan.
Dengan ketiadaan news spesifik selama sebulan terakhir, pergerakan TMAS saat ini lebih banyak mencerminkan technical play dalam box 120–200 yang dipengaruhi sentimen sektor pelayaran global (freight rates, volume kontainer) ketimbang katalis korporasi baru.
🔗 Korelasi Makro:
Outlook 2026 untuk pelayaran kontainer global cenderung “cautious optimism”: volume diperkirakan tumbuh, tetapi tarif menghadapi tekanan karena kapasitas kapal baru dan potensi normalisasi rute Suez; bagi TMAS, ini berarti pendapatan relatif stabil dengan upside terbatas kecuali perusahaan berhasil mengoptimalkan utilisasi armada dan efisiensi bahan bakar.
Kebijakan dekarbonisasi dan efisiensi biaya logistik nasional mendorong operator seperti TMAS memperbarui kapal dan mengadopsi teknologi hemat bahan bakar; belanja modal Rp3 triliun yang diumumkan 2025 sejalan dengan tren ini dan bisa menjadi keunggulan kompetitif jika dikelola baik.
📈 BEDAH TEKNIKAL (Chart & Price Action)
📊 Tren Utama:
Daily chart menunjukkan TMAS sempat spike tajam ke area 190–200 di awal 2026, lalu turun tajam kembali ke 130‑an dan sekarang bergerak sideways dalam rectangle 120–200 dengan harga terakhir sekitar Rp140 (penurunan −4,11% pada 24 Februari).
MA20, MA50, dan MA100 kini saling berdekatan di sekitar 135–145, menandakan tren menengah masih sideways; tidak ada indikasi strong uptrend maupun downtrend selama support 120 bertahan.
🧱 Key Levels:
Support Kuat (Lantai):
Rp125–Rp130 sebagai lower boundary rectangle dan base konsolidasi terbaru; penembusan bersih di bawah level ini membuka ruang turun ke support historis lebih rendah (pasca stock split) yang berpotensi mengubah struktur menjadi downtrend.
Resistance (Atap):
Rp170–Rp180 sebagai area distribusi utama dalam box, dan Rp195–Rp200 sebagai puncak lokal yang akan menjadi konfirmasi breakout bila ditembus dengan volume kuat.
🕯️ Pola Candlestick:
Candle harian beberapa hari terakhir menunjukkan body kecil dengan shadow atas‑bawah pendek di area 135–145, mencerminkan fase compression dengan volume yang menipis—pasar sedang menunggu katalis baru atau arah sektor shipping global berikutnya.
Di time frame yang lebih panjang (sejak akhir 2025), rangkaian candle hijau besar di awal Januari berkorelasi dengan rotasi sektor ke pelayaran dan spekulasi atas normalisasi freight rate; penurunan setelah itu membentuk channel turun yang kini berubah menjadi konsolidasi datar.
📝 INSTRUKSI (KESIMPULAN):
“Tidak ada news korporasi besar TMAS dalam sebulan terakhir dan harga terjebak dalam box 120–200, sementara sektor pelayaran global memasuki fase normalisasi—perlakukan TMAS sebagai saham range trading: akumulasi kecil hanya dekat 130‑an, lepas agresif di 170–190, dan jangan ragu cut loss bila harga menutup di bawah 125 karena itu sinyal sideways berubah menjadi downtrend.”
⚠️ Disclaimer: Riset ini disusun oleh Algoritma StockBot. Keputusan investasi tetap di tangan Anda. DYOR.
$SURI $TAYS