$IHSG Berdasarkan pemulihan pasar global malam ini dan data transaksi IHSG untuk besok, Rabu, 25 Februari 2026, memiliki peluang untuk bergerak menguat terbatas (technical rebound).
Meskipun pada data terakhir (24 Feb) IHSG ditutup melemah signifikan ke level 8.280,83 (-1,37%), terdapat beberapa katalis positif yang bisa memicu pembalikan arah:
1. Sentimen Global: Pemulihan Wall Street
Pasar saham US (S&P 500 dan Dow 30) terpantau menghijau dengan kenaikan sekitar +0,57% hingga +0,72%. Hal ini mencerminkan optimisme investor setelah Mahkamah Agung AS membatalkan sebagian kebijakan tarif Trump yang dianggap melampaui kewenangan undang-undang IEEPA. Pulihnya bursa AS biasanya menjadi "bahan bakar" bagi pembukaan IHSG yang lebih bergairah di esok hari.
2. Aliran Dana Asing (Foreign Inflow) Tetap Masuk
Menariknya, di tengah penurunan IHSG yang cukup dalam ke level 8.280, investor asing justru mencatatkan Net Foreign Buy sebesar Rp621,89 Miliar (Total Beli: 7,37T vs Jual: 6,75T).
Ini mengindikasikan bahwa investor global memanfaatkan penurunan harga (buy on weakness) karena percaya pada fundamental ekonomi Indonesia.
Akumulasi asing pada saham-saham blue chip biasanya menjadi penopang utama agar indeks tidak jatuh lebih dalam.
3. Analisis Risiko yang Masih Membayangi
Walau ada potensi rebound, kita tetap perlu waspada karena "drama" tarif belum sepenuhnya usai:
Tarif Pengganti: Trump telah mengumumkan akan menggunakan jalur hukum lain (UU Perdagangan 1974) untuk menerapkan tarif sementara 15% secara global selama 150 hari.
Ketidakpastian Regional: Bursa Asia lain seperti Hang Seng masih terpantau memerah (-1,82%). Jika bursa regional belum stabil besok pagi, penguatan IHSG mungkin akan tertahan.
Proyeksi Arah IHSG selanjutnya
Level Support: 8.250 – 8.260 (Titik terendah hari ini yang harus dijaga).
Level Resistance: 8.350 – 8.400 (Target penguatan jika rebound terjadi).
Tag: $BUMI $PBRX
1/4



