[Case Study] Membedah Data Akumulasi ISAT Sebelum Kenaikan ke 2390
Hari ini ISAT menyentuh harga 2390. Jika Anda baru memperhatikan saham ini saat harga sudah melonjak, risiko pembelian tentu menjadi lebih tinggi. Namun, jika kita rutin mengevaluasi data penutupan pasar (End of Day), indikasi kenaikan ini sebenarnya sudah terekam secara bertahap sejak pekan lalu.
Berikut adalah rekaman data historis dari The Black Book Engine selama fase akumulasi (geser gambar untuk melihat tangkapan layar):
19 Februari 2026 (Harga 2.220): Sistem mendeteksi aliran dana masuk dengan status ๐ข PURE FOREIGN. Tercatat Foreign Power Ratio (FPR) yang masif di angka 15.75 bps. Pada fase ini, sistem merilis instruksi ๐ GOLDEN BOW (SOLID ACCUM) sebagai titik masuk (entry) awal yang aman.
20 Februari 2026 (Harga 2.260): Arus dana asing terus masuk dengan FPR tercatat 7.61 bps. Data ini mengonfirmasi perubahan tren menjadi REVERSAL (BIG FLOW) , dan instruksi sistem bergeser menjadi โก SPEC BUY (REVERSAL SOLID).
23 Februari 2026 (Harga 2.330): Sehari sebelum lonjakan hari ini, status akumulasi asing masih bertahan konsisten di indikator ๐ข PURE FOREIGN dengan nilai FPR 9.53 bps.
Kesimpulan Data:
Pergerakan harga secara intraday bisa sangat fluktuatif. Namun, jejak akumulasi institusi atau asing di akhir hari memberikan gambaran objektif yang bisa diukur. Menyisihkan waktu untuk mengevaluasi data End of Day memungkinkan kita menemukan area beli yang aman sebelum harga saham meledak naik.
Trading yang konsisten berasal dari eksekusi yang terukur, bukan dari reaksi spontan saat melihat running trade.
Bagi Anda yang ingin mulai merutinkan evaluasi data secara mandiri dan menghentikan kebiasaan mengejar harga atas, panduan operasional The Black Book beserta Dashboard Engine-nya dapat Anda pelajari melalui tautan di profil saya.
$ISAT $IHSG $TLKM
1/2

