imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBCA Bisa Tetap Growth di Januari 2026 Meskipun Tanpa Bantuan Purbaya dan Dana Hasil Ekspor

BBCA menjadi bank swasta pertama yang rilis Laporan Keuangan Bulan Januari 2026. BBCA memang tidak dapat dana dari Menkeu Purbaya di 2025 dan tidak dapat DHE seperti Himbara, tapi untungnya BBCA bisa tetap growth meskipun tanpa banyak support dari pemerintah. Seandainya BBCA adalah mahasiswa, maka bisa lah BBCA ini pamer paspor luar negeri karena tidak dapat LPDP. Kalau dapat LPDP tapi pamer paspor Inggris, ya bisa kena amuk netizen. Pelajaran pentingnya adalah kalau lagi bahagia, jangan dipamerkan karena banyak orang akan iri dengan kebahagiaan tersebut. Lebih baik stay low profile seperti BBCA. Kita bisa jadi korban akibat keterkenalan kita sendiri. Kalau lihat data LK Januari 2026, justru terlihat jelas bahwa BBCA, $BMRI, dan $BBNI sedang bermain dengan gaya yang berbeda, bukan sekadar siapa paling bagus. External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Dari sisi skala, BMRI masih paling besar dengan aset sekitar Rp2.190 triliun, lalu BBCA sekitar Rp1.559,7 triliun, dan BBNI sekitar Rp1.344,1 triliun. Kredit juga begitu, BMRI sekitar Rp1.511,4 triliun, BBCA sekitar Rp949,0 triliun, dan BBNI sekitar Rp894,3 triliun. Kalau investor hanya melihat ukuran, BMRI memang paling dominan. Tapi BBCA menarik karena dengan skala di bawah BMRI, laba bersih Januari 2026 justru sekitar Rp4,99 triliun, lebih tinggi dari BMRI sekitar Rp4,65 triliun dan jauh di atas BBNI sekitar Rp1,69 triliun. Ini memberi pesan penting bahwa ukuran besar itu kuat, tetapi kualitas struktur pendanaan dan efisiensi tetap bisa mengalahkan ukuran dalam hasil bulanan. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari sisi pertumbuhan, BBNI paling agresif, BMRI paling seimbang, dan BBCA paling selektif. Aset BBNI naik 24,99%, BMRI sekitar 13,9%, BBCA 9,00%. Kredit BBNI naik 19,27%, BMRI sekitar 15,6%, BBCA 6,26%. Jadi BBCA bukan kalah, tetapi memang terlihat memilih ritme yang lebih hati-hati. Itu cocok dengan struktur asetnya yang juga makin berat ke surat berharga, porsi kredit BBCA ke aset turun dari sekitar 62,41% ke 60,84%, sementara porsi surat berharga naik dari sekitar 25,96% ke 27,59%. BBCA sedang menjaga kualitas dan likuiditas sambil tetap tumbuh, bukan mengejar volume kredit setinggi mungkin. Apalagi BBCA kan ndak dibantu Purbaya dan ndak dapat DHE.

Kalau masuk ke pendanaan, di sini BBCA terlihat paling khas dan menurut saya paling enak dilihat dari sudut kualitas biaya dana. Dana Pihak Ketiga (DPK) tiga komponen utama BBCA naik dari sekitar Rp1.120,5 triliun ke Rp1.225,4 triliun atau sekitar 9,37%, dengan giro naik 19,54%, tabungan naik 7,66%, dan deposito justru turun 4,55%. Hasilnya, rasio Current Account Saving Account (CASA) kasar BBCA naik dari sekitar 82,56% ke 84,78%, jauh di atas BMRI sekitar 72,91% dan BBNI 68,39%. Ini keunggulan yang sangat besar karena BBCA bisa tumbuh sambil memperbaiki komposisi dana murah, ketika BMRI dan BBNI sama-sama terdilusi CASA akibat deposito tumbuh cepat. Konsekuensinya juga terlihat, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) kasar BBCA turun ke sekitar 77,44%, lebih longgar daripada BMRI sekitar 92,41% dan bahkan lebih longgar dari BBNI 85,05%. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Di laba-rugi, BBCA punya cerita yang sangat khas, yaitu laba naik walau Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income atau NII) turun tipis. NII BBCA turun tipis ke sekitar Rp6,62 triliun, tetapi laba bersih tetap naik 5,76% menjadi sekitar Rp4,99 triliun karena fee naik, beban operasional lainnya bersih turun tajam, dan beban impairment turun 53,8% ke sekitar Rp262,3 miliar. Dibanding BMRI, BBCA kalah di pertumbuhan NII karena BMRI naik sekitar 10,2%, dan kalah dari BBNI yang NII naik 17,39%, tetapi BBCA unggul di kualitas konversi laba bulanan. Dibanding BBNI, BBCA juga terlihat lebih stabil pada penghasilan komprehensif lain, karena tekanan nilai wajar BBCA ada tetapi jauh lebih ringan daripada BBNI yang laba komprehensifnya turun 53,31%. Jadi, BMRI adalah bank besar yang hasilnya masih kuat, BBNI adalah bank yang sedang menambah volume dan likuiditas, sedangkan BBCA adalah bank yang sangat efisien, sangat murah pendanaannya, dan tetap bisa mencetak laba tinggi meski pertumbuhan kredit tidak paling cepat.

โœ… BBCA
Fokus kualitas dana dan efisiensi
Growth lebih selektif
Laba bulanan tetap paling tinggi

โœ… BMRI
Paling besar secara skala
Pertumbuhan dan laba relatif seimbang
Eksekusi operasional rapi di Januari

๐Ÿš€ BBNI
Paling cepat tumbuh
Likuiditas makin longgar
Potensi besar kalau dana parkir berubah jadi kredit berkualitas
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

๐Ÿฆ Aset
BMRI sekitar Rp2.190 T โœ…
BBCA sekitar Rp1.559,7 T
BBNI sekitar Rp1.344,1 T

๐Ÿ’ณ Kredit
BMRI sekitar Rp1.511,4 T โœ…
BBCA sekitar Rp949,0 T
BBNI sekitar Rp894,3 T

๐Ÿ’ฐ DPK
BMRI sekitar Rp1.635,5 T โœ…
BBCA sekitar Rp1.225,4 T
BBNI sekitar Rp1.051,5 T

๐Ÿš€ Aset growth
BBNI 24,99% โœ…
BMRI sekitar 13,9%
BBCA 9,00%

๐Ÿš€ Kredit growth
BBNI 19,27% โœ…
BMRI sekitar 15,6%
BBCA 6,26%
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

BBNI paling agresif
BMRI paling seimbang
BBCA paling selektif

๐Ÿฅ‡ Laba bersih Januari 2026
BBCA sekitar Rp4,99 T โœ…
BMRI sekitar Rp4,65 T
BBNI sekitar Rp1,69 T

๐Ÿ“Š NII growth
BBNI 17,39% โœ…
BMRI sekitar 10,2%
BBCA turun tipis

๐Ÿ›ก๏ธ Impairment
BBCA turun 53,8% โœ…
BMRI turun sekitar 22% โœ…
BBNI naik 51,65% โš ๏ธ

๐Ÿ’š CASA
BBCA sekitar 84,78% โœ…
BMRI sekitar 72,91%
BBNI 68,39%

๐Ÿ’ง LDR
BBCA sekitar 77,44% paling longgar โœ…
BBNI 85,05%
BMRI sekitar 92,41%
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

BBCA paling kuat di kualitas funding
BBNI punya ruang ekspansi kredit besar
BMRI lebih optimal memanfaatkan dana saat ini

โš ๏ธ Kelemahan
BBCA
โš ๏ธ Kredit growth paling rendah
โš ๏ธ NII tertekan
๐Ÿ‘€ Tantangan menjaga growth tanpa merusak kualitas

BMRI
โš ๏ธ CASA terdilusi
โš ๏ธ Deposito naik kencang
๐Ÿ‘€ Jaga cost of fund dan beban lainnya

BBNI
โš ๏ธ Impairment dan beban tenaga kerja naik
โš ๏ธ Laba komprehensif tertekan berat
๐Ÿ‘€ Kunci ada di konversi likuiditas menjadi laba

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...
2013-2026 Stockbit ยทAboutยทContactHelpยทHouse RulesยทTermsยทPrivacy