imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MMLP Analisis ini dilakukan berdasarkan data keystats Q4 2025.

Perlu dicatat bahwa angka-angka ini menunjukkan anomali signifikan jika dibandingkan dengan performa historis, terutama pada penurunan laba bersih yang drastis meski pendapatan naik tipis.

​I. Bedah Angka & Key Stats (Deep Dive)

​1. Profitabilitas & Margin (Income Statement)
​Revenue (TTM) 356 B: Tumbuh 3,59% YoY. Pertumbuhan yang stagnan untuk sektor properti/logistik.


​Gross Profit Margin (100%): Angka ini mengindikasikan seluruh pendapatan langsung menjadi laba kotor. Secara akuntansi, ini biasanya terjadi jika biaya pokok pendapatan (COGS) dibebankan ke pos lain atau model bisnis murni penyewaan dengan biaya pemeliharaan yang dikapitalisasi.


​Operating Profit Margin (33,39%): Penurunan drastis dari GPM ke OPM menunjukkan biaya operasional (OPEX) yang sangat besar.


​Net Income (TTM) 63 B: Anjlok -73,86% YoY dari 242 B di tahun 2024. Penurunan ini sangat tajam (bleeding) mengingat pendapatan justru naik.


​Net Profit Margin (14,21%): Efisiensi konversi laba sangat rendah dibandingkan tahun sebelumnya.


​2. Neraca & Solvabilitas (Balance Sheet)
​Total Assets 6,619 B vs Total Liabilities 1,830 B: Struktur modal cukup kuat dengan DER 0,34x. Perusahaan tidak dalam tekanan utang yang membahayakan.


​Current Ratio 2,00x: Likuiditas jangka pendek sangat aman.
​Cash 150 B: Kas cukup untuk menutupi hutang jangka pendek (37 B).


​3. Dividen & Cash Flow
​Payout Ratio 119,04%: Red Flag. Perusahaan membagikan dividen melebihi laba bersihnya. Ini tidak sustainable secara jangka panjang dan biasanya diambil dari saldo laba ditahan atau kas, bukan dari laba operasional tahun berjalan.


​Free Cash Flow (FCF) 70 B: Lebih besar dari Net Income (63 B). Ini positif karena menunjukkan kualitas laba yang riil (akrual lebih kecil dari kas masuk).


​II. Kalkulasi Harga Wajar (5 Metode)
​Data Input:
​EPS (TTM): 9,18
​BVPS: 675,76
​Pertumbuhan (g): Diambil konservatif 3% (mengingat tren laba negatif)
​Risk-Free Rate (Indo 10Y Bond): 6,7%
​ROE: 1,36%
​Harga Saat Ini Rp.494

1.Graham Formula = Rp.87,35
(Sangat rendah karena EPS yang anjlok drastis).

2.Graham Number = Rp.373,65

3.Peter Lynch PEG Ratio
​Lynch menganggap harga wajar jika PER = Growth.
​PER saat ini: 53,62x.
​Growth: -73% (Sangat buruk).
​Secara metode PEG, saham ini Severely Overvalued karena pertumbuhan tidak mampu menjustifikasi PER yang setinggi 53x.

4.EPS x PER (Mean Reversion)
​Jika kita menggunakan PER industri properti rata-rata (asumsi 15x): Harga Wajar: Rp137,70


5.ROE ÷ COE (P/B Approach)
Cost of Equity (COE) diasumsikan 12% (Rf 6,7% + Risk Premium).
Harga Wajar: Rp74,33


III. Kesimpulan Strategis
​Valuasi: Secara fundamental (Earning-based), MMLP saat ini tergolong sangat mahal (Overvalued) dengan PER di atas 50x akibat penurunan laba yang sangat tajam.


​Asset Play: Satu-satunya daya tarik adalah P/B 0,73x (berada di bawah nilai buku). Namun, rendahnya ROE (1,36%) menunjukkan manajemen tidak efektif dalam mengelola ekuitas menjadi laba.


​Anomali Dividen: Payout ratio > 100% adalah upaya mempertahankan loyalitas investor, namun secara profesional ini adalah sinyal buruk bagi pertumbuhan masa depan karena modal tidak diputar kembali ke bisnis.


​Secara teknis "Value Trap". Saham terlihat murah dari P/B, tapi sangat mahal dari sisi profitabilitas. Perlu investigasi lebih lanjut mengapa laba bersih 2025 anjlok 73% padahal pendapatan stabil.


Disclaimer : Analisis ini merupakan opini/ pendapat pribadi berdasarkan data keystats yang tersedia saat ini, Bukan Rekomendasi Ajakan Jual/Beli.

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy