[Preview: 2026 Global Financial Market Outlook]
Global liquidity masih menjadi driver utama pasar di 2026. Bukan narasi jangka pendek atau spekulasi pemain pasar, tapi jumlah uang beredar (M2) dan aliran dana antarinstitusi keuangan menentukan tren jangka menengah.
Kalau lihat sejarah, fase late slowdown menuju stabilisasi biasanya diikuti easing dari bank sentral utama. Tahun ini, The Fed mulai beralih ke easing, ECB kemungkinan mengikuti, sementara PBoC sudah dalam rezim long-term easing.
Apa artinya untuk investor? Aset-aset investasi global berpotensi:
- Saham AS: Potensi kenaikan, meski bubble AI menambah volatilitas.
- Saham Indonesia $IHSG: Berpotensi naik, tapi sensitif pada persepsi investor asing.
- Emas $XAU: Masih prospektif di tengah reli, walau harga sudah naik ratusan persen.
- Bitcoin $BTC: Upside asimetris, potensi kelanjutan siklus alih-alih bear market.
Secara struktur, aset global akan bergerak seiring M2 global yang diperkirakan tumbuh ~11% YoY. Investor bisa memanfaatkan momentum ini untuk rebalancing: heavy allocation di aset high-potential return dan tetap jaga buffer cash equivalents.
Market Outlook lengkap 26 halaman membahas:
- Kondisi makro global & Indonesia
- Arah kebijakan moneter & fiskal
- Dampak terhadap obligasi, saham, emas, dan Bitcoin
Market Outlook Preview:
https://cutt.ly/BtQ6juIP
Video YouTube:
https://cutt.ly/JtQ6jitb
Full Market Outlook:
https://cutt.ly/YtQ6ji1A
For educational purposes only. Do your own research.
1/2

