8 Saham Dengan Laba Super Gede Tapi Free Float-nya Masih Di Bawah 15%
8 saham tersebut ada yang konglomerasi petrokimia dan energi, ada yang consumer defensif, ada yang komoditas nikel, serta bank-bank besar dan menengah. Kalau dilihat dari valuasi, $BNGA, $NISP, dan $BDMN terlihat paling murah secara PBV (Price to Book Value) dan PER (Price to Earnings Ratio), bahkan dibarengi dividend yield yang tinggi. Di sisi lain, TPIA dan UNVR membawa laba besar tetapi valuasinya premium, sementara BRIS dan NCKL ada di tengah, tidak semahal yang premium tetapi juga tidak semurah bank-bank value. HMSP juga unik karena yield tinggi, tetapi PBV dan PER masih lebih tinggi dibanding bank-bank murah. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kalau mau cari saham dengan valuasi murah plus dividen ada BNGA, NISP, dan BDMN. Kalau mau cari saham yang punya bisnis gede dengan valuasi lebih mahal ada UNVR dan TPIA. Kalau mau cari yang sedang - sedang saja, tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah juga maka ada pilihan BRIS, NCKL, dan HMSP. Jadi jangan cuma cari siapa labanya paling besar saja, tetapi apakah harga yang dibayar sepadan dengan kualitas laba, stabilitas bisnis, dan prospek ke depan.
Kalau lihat laba:
๐ Peringkat 1 TPIA
๐ฐ Laba YTD paling besar Rp21,29 triliun.
๐๏ธ PBV 9.45 dan ๐ PER 21.79 menunjukkan valuasi premium.
๐ Dividend Yield 0.14% sangat kecil, jadi bukan cerita yield.
๐ง Cocok dibaca sebagai saham laba besar dengan ekspektasi tinggi, bukan value play.
๐ฅ Peringkat 2 UNVR
๐ฐ Laba YTD Rp7,64 triliun, sangat kuat dan besar.
๐๏ธ PBV 20.12 sangat tinggi, tetapi ๐ PER 11.78 masih lebih jinak dari PBV-nya.
๐ Dividend Yield 5.68% cukup menarik untuk ukuran saham consumer besar.
๐ง Ini profil kualitas dan dividen, tetapi investor tetap bayar mahal di PBV.
๐ฅ Peringkat 3 BRIS
๐ฐ Laba YTD Rp7,57 triliun, hampir setara UNVR.
๐๏ธ PBV 2.13 dan ๐ PER 14.63 berada di area menengah.
๐ Dividend Yield 0.96% rendah, jadi fokusnya bukan dividen.
๐ง Pas untuk investor yang mengejar pertumbuhan laba bank syariah, bukan income.
๐
Peringkat 4 NCKL
๐ฐ Laba YTD Rp6,45 triliun, besar dan relevan.
๐๏ธ PBV 2.70 dan ๐ PER 11.23 masih lebih masuk akal dibanding saham premium.
๐ Dividend Yield 1.96% ada, tetapi bukan daya tarik utama.
๐ง Menarik sebagai kombinasi laba besar dan valuasi menengah, tetapi wajib cek siklus komoditas.
๐ฆ Peringkat 5 BNGA
๐ฐ Laba YTD Rp5,27 triliun.
๐๏ธ PBV 0.84 dan ๐ PER 6.75 jelas murah.
๐ Dividend Yield 8.28% sangat menarik.
๐ง Ini salah satu profil value plus dividen paling menonjol di top 8.
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
๐ฆ Peringkat 6 NISP
๐ฐ Laba YTD Rp5,06 triliun, nyaris setara BNGA.
๐๏ธ PBV 0.81 dan ๐ PER 7.01 juga murah.
๐ Dividend Yield 6.86% tinggi dan lebih seimbang.
๐ง Kombinasi valuasi murah, laba besar, dan yield tinggi membuat NISP terlihat solid.
๐ฌ Peringkat 7 HMSP
๐ฐ Laba YTD Rp4,51 triliun masih besar.
๐๏ธ PBV 3.91 dan ๐ PER 17.11 lebih premium dibanding bank-bank murah.
๐ Dividend Yield 6.33% tetap kuat.
๐ง Ini tipe saham cash cow dengan yield menarik, tetapi valuasi tidak semurah bank value.
๐ฆ Peringkat 8 BDMN
๐ฐ Laba YTD Rp3,97 triliun.
๐๏ธ PBV 0.51 dan ๐ PER 6.92 sangat murah.
๐ Dividend Yield 4.06% masih menarik.
๐ง Secara valuasi, BDMN termasuk yang paling murah di top 8, cocok untuk investor value yang fokus bank.
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
โ
Paling murah secara valuasi bank = BDMN, BNGA, NISP
โ
Paling tinggi yield = BNGA, NISP, HMSP
โ
Paling premium valuasinya = UNVR dan TPIA
โ
Laba besar dengan valuasi menengah = BRIS dan NCKL
โ ๏ธ Free float top 8 mayoritas tidak besar, banyak di kisaran 7% sampai 14%, jadi faktor likuiditas dan struktur pemegang saham tetap perlu diperhatikan.
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Katanya OJK akan mewajibkan Free Float 15% dalam 3 tahun.
Jika 3 tahun gagal free float maka kemungkinan akan saham akan kena suspend 1-2 tahun.
Jika setelah suspend tetap gagal free float 15% maka saham tersebut potensi delisting atau go private. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kalau delisting maka perusahaan akan diminta melakukan buyback atau tender offer saham investor ritel yang tersisa. Semoga bisa dibeli di harga premium.
Kalau mau melakukan refloating untuk menambah free float jadi 15% maka emiten akan melakukan:
1. Jual saham di market bisa lewat pasar nego atau Guyur di pasar reguler.
Guyur di pasar reguler bisa minta bantuan Liquidity Provider legal.
Ketika refloating maka saham bisa naik, bisa turun, tergantung bandar yang jadi Liquidity Provider dan tergantung sentimen market.
2. RI dengan catatan hanya investor publik yang tebus dan PSP tidak boleh tebus.
3. Private placement ke investor strategis
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Stocksplit dan saham bonus tidak menambah free float cuma menambah jumlah saham beredar.
Masih ada kesempatan 3 tahun untuk melakukan refloating. Jadi ya, ndak usah buru-buru panik.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/6





