imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Timing nya sih yg salah. Pemerintah kita tidak mempertimbangkan kalo scotus bakal menetapkan tarif Trump itu prosesnya illegal. Btw, banyak yg belum paham soal peraturan tarif, ini hanya permainan Trump dan rezim nya doank. Mereka butuh menang mid election di akhir tahun ini, jadi sebenarnya gak masalah tarif itu dibatalkan, malah pasar saham mereka bisa naik karena profit perusahaan yg impor jadi naik.

Sebagai presiden, Trump tidak memperlukan persetujuan kongres, senate, ataupun scotus untuk mentarif dan mengembargo suatu negara. Seperti periode pertama dia mentari china 25%, dia cuma butuh penyelidikan dari us trade representative yg diketuai Jamieson yg di foto duduk bersama Airlangga itu. Dia orang nya Trump. Jadi sudah pasti selepas mid election, semua negara yg belum ada deal dengan amerika akan kena tarif 50% sedangkan Indonesia dan negara lain yg sudah deal kena 10%. Intinya semua negara tetap akan dipaksa bikin deal nantinya dan pemerintah kita udah jadi deal nya nggak perlu repot lagi.

Tapi mungkin pemerintah merasa perlu membuat deal secepatnya agar bisa dibantu masalah msci dan moody's rating. Terutama moody, kalo sampai Indonesia turun peringkat itu akan menghancurkan rencana perekonomian yg sedang dibangun Prabowo dan Purbaya (karena mereka mau hutang besar). Dan akan ada gelombang investor keluar sangat besar. The real collapse bisa terjadi.. $IHSG$XAU$BTC

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy