INTIP PROFILE KU SINI
Pasar modal Indonesia (BEI) memiliki banyak ragam latar belakang investor baik dari skala kecil hingga besar, termasuk Amerika Serikat (AS). Negeri "Paman Sam" melalui berbagai korporasi multinasional dan Private Equity (PE) telah lama meletakkan uangnya pada bisnis di Tanah Air dengan porsi kepemilikan cukup besar, melampaui batas 5%.
Berdasarkan penelusuran data pemegang saham terbaru hingga 31 Desember 2025, berikut adalah deretan emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikendalikan atau dimiliki secara signifikan oleh entitas asal Amerika Serikat.
Di sektor manufaktur, nama PT HM Sampoerna Tbk ($HMSP) dan PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) adalah bukti nyata dominasi modal AS yang sudah mengakar puluhan tahun.
HMSP dikendalikan penuh oleh Philip Morris International Inc., raksasa tembakau yang berbasis di Connecticut, AS. Melalui PT Philip Morris Indonesia, mereka menggenggam 92,50% saham HMSP.
Kepemilikan super mayoritas ini menjadikan HMSP sebagai "mesin uang" utama Philip Morris di Asia Tenggara, terutama dengan ekspansi pabrik produk tembakau bebas asap mereka di Karawang.
Investor AS juga tertarik dengan daya beli kelas menengah Indonesia. General Atlantic, firma growth equity asal New York, tercatat memiliki porsi saham signifikan di dua emiten konsumer favorit.
$GGRM $GOTO