#39 Kesabaran yang Tidak Pernah Viral
Semakin lama saya berada di pasar, semakin saya menyadari bahwa kesabaran adalah kualitas yang paling jarang mendapat sorotan. Ia tidak menarik perhatian, tidak memicu perbincangan, dan hampir tidak pernah dianggap sebagai pencapaian. Di dunia yang serba cepat dan penuh cerita spektakuler, menunggu dengan tenang terasa seperti sesuatu yang biasa saja. Namun justru di situlah saya menemukan kedewasaan yang dulu tidak saya pahami. Kesabaran bukan tentang terlihat diam, melainkan tentang tetap utuh saat tidak ada yang berubah secara dramatis.
Saya mulai memahami bahwa banyak keputusan terbaik saya justru lahir dari periode yang tampak membosankan. Tidak ada lonjakan besar, tidak ada momentum yang mencolok. Hanya rutinitas, konsistensi, dan keyakinan yang dipelihara pelan-pelan. Pada fase seperti itu, tidak ada validasi dari luar. Tidak ada tepuk tangan. Dan mungkin memang tidak perlu. Karena kesabaran bekerja di wilayah yang sunyi, jauh dari sorotan.
Perlahan cara pandang saya bergeser. Dulu saya merasa harus selalu berada di tengah arus, mengikuti percakapan, memastikan saya tidak tertinggal. Sekarang saya lebih memilih berada sedikit di pinggir, mengamati tanpa merasa terdesak untuk ikut bergerak. Saya belajar bahwa kedewasaan tidak membutuhkan pengakuan. Ia hanya membutuhkan konsistensi yang dijaga dengan sadar. Kesabaran yang tidak viral justru sering menjadi fondasi yang paling kokoh.
Pada akhirnya, saya tidak lagi mencari momen yang membuat saya terlihat benar. Saya lebih menghargai proses yang membuat saya tetap stabil. Pasar akan terus bergerak, cerita akan terus berganti, dan sorotan akan selalu berpindah. Tetapi kesabaran tetap berada di tempatnya, bekerja diam-diam tanpa perlu dipamerkan. Dan bagi saya hari ini, itu sudah lebih dari cukup.
$IHSG $SICO $UNTR
