Banyak investor tahu sahamnya, tapi tidak tahu ceritanya
Cerita di Balik Saham Indonesia #3
Salim Group & Kebangkitan Setelah Badai 1998.
Banyak investor mengenal saham
PT Indofood Sukses Makmur Tbk INDF
Mie instan. Tepung. Produk sehari-hari.
Brand yang terasa sederhana.
Namun di baliknya, ada salah satu kisah konglomerasi paling dramatis di Indonesia.
Tokohnya adalah Sudono Salim,
pendiri Salim Group.
Pada era Orde Baru, Salim Group berkembang menjadi imperium besar.
Bisnisnya menjalar ke berbagai sektor:
Perbankan.
Industri makanan.
Properti.
Infrastruktur.
Perdagangan internasional.
Indofood hanyalah satu bagian dari jaringan raksasa tersebut.
Di masa itu, Salim Group adalah simbol kekuatan ekonomi Indonesia.
Namun tahun 1998 mengubah segalanya.
Krisis moneter mengguncang negeri.
Gejolak sosial meningkat.
Salim Group berada di pusat tekanan.
Bank Central Asia yang menjadi bagian grup harus dilepas.
Banyak aset direstrukturisasi.
Sudono Salim memilih meninggalkan Indonesia.
Imperium yang terlihat tak tergoyahkan… runtuh dalam waktu singkat.
Tapi cerita tidak berakhir di sana.
Restrukturisasi besar dilakukan.
Aset dipisahkan.
Fokus bisnis dipersempit.
Generasi baru mengambil peran.
Indofood perlahan bangkit menjadi mesin bisnis global.
Ekspansi agribisnis diperkuat.
Distribusi diperluas.
Brand semakin mendunia.
Hari ini, Indofood tetap berdiri sebagai salah satu perusahaan makanan terbesar di Asia.
Cerita Salim Group bukan sekadar kisah jatuh dan bangkit.
Ia adalah pelajaran tentang daya tahan bisnis.
Konglomerasi bisa goyah.
Aset bisa hilang.
Struktur bisa berubah.
Namun jaringan, pengalaman, dan kemampuan beradaptasi sering kali menjadi aset paling berharga.
Karena dalam dunia bisnis, yang paling besar belom jadi jaminan bertahan…melainkan yang paling mampu beradaptasi.
Dan mereka yang mampu bangkit setelah badai,
selalu meninggalkan satu jejak yang sama yaitu seorang legend. 🔥
Foto hanya pemanis wkwkw.
$ICBP $INDF $LSIP
