Note : Perjanjiannya Dibatalkan MA di USA coba cek lagi bener ga?
Keuntungan Jangka Panjang Dan Jangka Pendek Perjanjian Dagang Indonesia dengan Amerika Serikat (20 february 2026)
(Ringkasan Pendek Dan Penjelasan lebih detail)
Perjanjian Dagang Prabowo-Trump: Jika AS Melarang, RI Harus Mengikuti
Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 20 Feb 2026 15:22 WIB
Baca artikel detikfinance, "Perjanjian Dagang Prabowo-Trump: Jika AS Melarang, RI Harus Mengikuti" selengkapnya https://cutt.ly/btQLUeLt.
Download Apps Detikcom Sekarang https://cutt.ly/StQLUeyh
https://cutt.ly/ztQLUeCO
Ringkasan
Analisis keuntungan jangka pendek dan panjang dari perjanjian dagang resiprokal (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat menunjukkan bahwa kedua negara memiliki keuntungan yang seimbang. Berikut adalah ringkasan keuntungan:
*Indonesia:*
- Jangka Pendek:
- Akses pasar dan daya saing untuk 1.819 produk dengan tarif 0% ke AS
- Sentimen pasar positif dan peningkatan kepercayaan investor
- Perlindungan tenaga kerja di sektor tekstil
- Jangka Panjang:
- Investasi dan hilirisasi di sektor strategis seperti mineral kritis dan semikonduktor
- Stabilitas ekonomi makro dan dukungan visi "Indonesia Emas 2045"
- Transfer teknologi di bidang oil field recovery dan industri bernilai tambah lainnya
*Amerika Serikat:*
- Jangka Pendek:
- Akses pasar pertanian dengan tarif 0% ke Indonesia
- Komitmen impor energi senilai USD 15 miliar per tahun
- Kemenangan diplomasi dengan kebijakan "tarif resiprokal" ala Trump
- Jangka Panjang:
- Dominasi pasar strategis di Indonesia
- Ketahanan rantai pasok untuk industri teknologi dan pertahanan AS
- Keamanan ekonomi dan nasional dengan memastikan Indonesia tidak menjadi "pintu belakang" bagi produk negara ketiga yang terkena sanksi AS
Perjanjian ini memiliki implikasi strategis bagi kedua negara, dan keberhasilannya bergantung pada kemampuan Indonesia untuk mengelola "paket" ini agar manfaatnya terdistribusi dan risikonya terminimalisir. 馃専
(Penjelasan Lebih Detail) ($SRIL) $JARR $IHSG
random tag
Tentu, berdasarkan detail pasal dalam perjanjian yang Anda berikan dan hasil eksplorasi saya, berikut adalah analisis keuntungan jangka pendek dan panjang dari perjanjian dagang resiprokal (ART) ini bagi Indonesia dan Amerika Serikat.
Secara ringkas, keuntungannya dapat dilihat pada tabel berikut:
Negara Jangka Pendek (0-2 tahun) Jangka Panjang (2-10+ tahun)
Indonesia 1. Akses Pasar dan Daya Saing: 1.819 produk (sawit, kopi, elektronik) langsung dapat tarif 0% ke AS, meningkatkan daya saing dan potensi ekspor . 2. Sentimen Pasar Positif: Meningkatkan kepercayaan investor, terlihat dari sentimen positif di IHSG . 3. Perlindungan Tenaga Kerja: Sektor tekstil (4 juta pekerja) terlindungi dengan akses 0% melalui skema kuota .
1. Investasi dan Hilirisasi: Realisasi investasi jangka panjang di sektor strategis seperti mineral kritis (Freeport) dan hilirisasi silika untuk semikonduktor . 2. Stabilitas Ekonomi Makro: Memperkuat fondasi ekonomi nasional dan mendukung visi jangka panjang "Indonesia Emas 2045" .
3. Transfer Teknologi: Kerja sama di teknologi oil field recovery dan industri bernilai tambah lainnya .
Amerika Serikat
1. Akses Pasar Pertanian: Produk pertanian seperti gandum dan kedelai langsung mendapatkan tarif 0% ke pasar Indonesia, menekan inflasi pangan domestik .
2. Komitmen Impor Energi: Komitmen impor gas dan minyak mentah senilai USD 15 miliar per tahun, mengamankan pasar energi jangka pendek .
3. Kemenangan Diplomasi: Menunjukkan keberhasilan kebijakan "tarif resiprokal" ala Trump.
1. Dominasi Pasar Strategis: Mengamankan akses pasar untuk hampir semua produknya (manufaktur, kesehatan, teknologi) di Indonesia, salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara .
2. Ketahanan Rantai Pasok: Mengamankan akses ke mineral kritis dari Indonesia untuk industri teknologi dan pertahanan AS .
3. Keamanan Ekonomi & Nasional (Pasal 5.1): Memastikan Indonesia tidak menjadi "pintu belakang" bagi produk negara ketiga (terutama China) yang terkena sanksi AS, sehingga memperkuat efektivitas kebijakan unilateral AS .
Analisis dan Catatan Penting
Berdasarkan pasal yang Anda berikan, ada beberapa poin krusial yang membentuk dinamika jangka panjang perjanjian ini:
1. "Timbal Balik" yang Sesungguhnya: Keuntungan jangka pendek Indonesia (akses pasar) diperoleh dengan memberikan keuntungan serupa kepada AS (akses pasar pertanian dan manufaktur). Ini adalah inti dari perjanjian dagang yang seimbang.
2. Implikasi Jangka Panjang dari Klausul Pengamanan (Pasal 5.1): Pasal yang Anda kutip tentang kewajiban Indonesia untuk mengikuti jejak AS dalam membatasi produk dari negara ketiga adalah poin yang sangat strategis.
路 Bagi AS (Keuntungan Jangka Panjang): Ini adalah "jaring pengaman" geopolitik. AS memastikan bahwa kebijakannya terhadap negara lain (misalnya, tarif tinggi untuk produk China) tidak bisa dinegosiasikan. Indonesia setuju untuk tidak menjadi tempat transit atau tujuan pelarian produk-produk tersebut. Ini memperkuat posisi AS secara global.
路 Bagi Indonesia (Kewajiban Strategis): Dalam jangka panjang, Indonesia harus sangat berhati-hati dalam kebijakan perdagangannya dengan negara ketiga. Jika AS memberlakukan sanksi atau pembatasan pada suatu negara, Indonesia secara otomatis harus "menyelaraskan" kebijakannya jika ingin menjaga perjanjian ini. Ini membatasi ruang gerak diplomasi ekonomi Indonesia yang selama ini menganut politik bebas aktif.
3. Pengaruh terhadap Industri Dalam Negeri: Keuntungan jangka panjang bagi Indonesia sangat bergantung pada kemampuan industri dalam negeri untuk memanfaatkan akses pasar ini dan menghadapi masuknya produk AS. Sektor manufaktur dan industri kecil menengah (IKM) harus beradaptasi dengan persaingan yang lebih ketat di pasar domestik, yang kini dibanjiri produk AS dengan tarif 0%. Kadin Indonesia telah mengingatkan pelaku usaha untuk mencermati detail teknis perjanjian agar dapat beradaptasi dan mengambil manfaat .
Dengan kata lain, perjanjian ini ibarat sebuah "paket komprehensif": Indonesia mendapatkan akses pasar dan investasi besar-besaran, sementara AS mengamankan pengaruh ekonomi dan geopolitiknya di kawasan. Keberhasilan jangka panjang bagi Indonesia terletak pada kemampuannya mengelola "paket" ini agar manfaatnya terdistribusi dan risikonya terminimalisir.