🔎 Narasi Investasi #32 (20 Februari 2026)
Di Saat Pasar Berdarah, Yang Diuji Bukan Portofoliomu… Tapi Keyakinanmu.
Tanggal 28 dan 29 Januari 2026 menjadi hari yang tidak mudah dilupakan oleh banyak pelaku pasar. Layar perdagangan memerah, indeks jatuh begitu cepat hingga trading halt pun terjadi. Detik-detik itu terasa sunyi sekaligus mencekam seakan pasar sedang menarik napas panjang sebelum kembali menekan lebih dalam. Grup-grup saham dipenuhi pesan panik, timeline penuh prediksi kiamat finansial, dan portofolio yang sebelumnya hijau perlahan berubah seperti ladang yang terbakar. Rasanya bukan sekadar rugi di atas kertas, tapi ada campuran takut, ragu, dan penyesalan yang sulit dijelaskan.
Di tengah suasana itu, banyak investor mengalami gundah gulana yang nyata. Antara ingin menjual demi menyelamatkan sisa modal, atau bertahan dengan keyakinan yang mulai goyah. Setiap notifikasi harga turun seperti dentuman kecil yang menguji mental.
Pikiran dipenuhi pertanyaan:
Apakah ini awal dari kejatuhan lebih dalam?
Apakah saya salah memilih saham?
Bahkan mereka yang selama ini merasa rasional pun tak luput dari rasa cemas saat melihat portofolio seperti “kebakaran” tanpa henti.
Namun waktu berjalan, dan badai perlahan mereda. Bagi mereka yang benar-benar memahami fundamental perusahaan yang dimiliki yang tahu bagaimana bisnisnya bertahan, bagaimana arus kasnya tetap kuat, dan bagaimana narasi jangka panjangnya belum berubah, momen mengerikan itu justru menjadi ujian yang bisa dilewati. Bukan karena mereka tidak takut, tapi karena pemahaman memberi ruang untuk tetap tenang di tengah kepanikan massal. Keyakinan itu bukan tanpa rasa sakit, tapi cukup kuat untuk tidak menyerah pada emosi sesaat.
Kini, setelah hari-hari tergelap itu berlalu, portofolio yang sempat terasa hangus perlahan mulai pulih. Tidak instan, tidak dramatis, tapi cukup untuk mengingatkan satu hal penting: pasar selalu berfluktuasi, namun nilai bisnis yang baik tidak mudah hilang hanya karena sentimen sesaat. Dari pengalaman itulah banyak investor menyadari bahwa memahami saham bukan sekadar strategi, melainkan benteng psikologis. Karena saat market berdarah-darah, yang menyelamatkan bukan keberanian sesaat, melainkan keyakinan yang dibangun jauh sebelum badai datang.
Portofolio yang sempat ‘terbakar’ itu kini mulai pulih.
Mau tahu isinya dan alasan tetap bertahan?
Share selengkapnya di link bio.
***
💡 Disclaimer: Bukan ajakan beli/jual, lakukan riset sendiri.
🔎 Bantu Like, agar kami tetap semangat!
📲 Follow dan cek bio kami, biar gak ketinggalan insight terbaru!
💬 Investasi bukan cuma soal uang, tapi juga soal ilmu!
Random tag
$BMRI $ANTM $WIFI
