Saham Tech Non-AI = Gabakal Survive? π
Contoh di USA
Dulu, saham SaaS (Software as a Service) itu primadona.
Margin tebal, recurring revenue manis, harga saham to the moon. π
Tapi sekarang lagi Kiamat Sugra.
Duolingo -60%. https://cutt.ly/JtQcDGRQ -53%.
Figma? Valuasinya terjun bebas dari $60 Miliar ke $10 Miliar.
Kenapa bisa hancur padahal fundamental "kelihatan" bagus?
1. Musuhnya Bukan Kompetitor, Tapi AI
Dulu perusahaan butuh 371 aplikasi beda-beda.
Satu buat desain, satu buat chat, satu buat legal.
Sekarang? AI Agent mulai bisa kerjain itu semua.
Ngapain bayar langganan mahal kalau Claude/ChatGPT bisa ngerjain lebih cepet?
2. Economic Moat-nya Jebol
Dulu susah banget bikin software saingan.
Sekarang? Cuma butuh 30 menit & beberapa prompt buat bikin tiruan https://cutt.ly/stQcDGDV.
Hambatan masuk industri ini jadi nol.
Barang mewah jadi barang komoditas.
3. Label "AI" Cuma Gimmick
Banyak CEO panik.
Tiba-tiba semua produk ditempelin label "AI Powered".
Zoom pake AI, Salesforce pake AI.
Tapi investor nggak bodoh.
Kalau cuma "fitur" tambahan, itu bukan inovasi. Itu desperation.
Sekarang saham software lagi dibuang investor besar-besaran.
Mereka takut perusahaan-perusahaan ini gak bakal exist 5 tahun lagi.
Jadi, hati-hati kalau liat saham tech non-AI yang kelihatan "murah".
Bisa jadi itu bukan diskon.
Tapi value trap menuju kepunahan.
$INET $WIRG $WIFI
____
Follow & Like biar yang lain bisa dapat manfaat juga ^^
Cek link bio untuk join VIP Membership Saham Bagger.
Kamu bisa dapetin akses analisa saham mingguan, dashboard data 800+ saham, Watchlist Momentum investing terbaik saat ini: https://cutt.ly/EetQOBGO
Kalo mau ebook gratis, klik link nya diatas, join newsletter analisa saham bareng ribuan subscriber lainβπ»
___
Stockbit External Community
Saya seorang Momentum Investor yang fokus di Fundamental first lalu technical analysis secara quantitative.
Mau ikutan perjalanan investasi saya?
β€οΈ Join External Community, masukkan kode: A39716
https://stockbit.com/community
1/2

