MATA BURAM DI SIKLUS ULAR GANTI KULIT PRODIA (FINAL PART) --
ULAR NAGA VS GAJAH MERAH
Langsung adu-adu aja ya kita Prodia Vs Kimia Farma
***Adu jaringan :
Gerai : 384 (Melayani semua pengecekan vs 93 (potensi apotek ada 1200+, fasilitas laboratoriumnya 93)
***Adu Keuangan:
Pendapatan : 2,22T vs 1,013T (kombinasi klinik dan alkes)
GPM : 60,8% (ini kenapa disebut ular naga) vs 27,3%
Beban Bunga : 0 vs 500M kurang lebihnya (ini kenapa disebut gajah merah)
***Adu Perputaran :
Days Inventory Outstanding (DIO) :
13,8 hari vs 85 hari
Days Sales Outstanding (DSO):
28,3 hari vs 77,9 hari
Days Payables Outstanding (DPO):
16,5 hari vs 89,7 hari
Cash Conversion Cycle (CCC):
25,6 hari vs 73,8 hari
Kenapa ada adu perputaran, cash bagi saya pribadi adalah darah. Maka mesti saya buka2(ini data Q3 ya, jadi dibagi 273 hari).
DIO adalah perbandingan persediaan dengan beban pokok. 13,8 hari reagan/ bahan baku sudah terjual dibanding KAEF 85 hari
DSO adalah perbandingan piutang usaha dengan total pendapatan, maka diasumsikan butuh 28,3 hari untuk menerima pembayaran. 77,9 untuk kaef, “Mungkin” konsumennya banyak pemerintah, jadi mesti nunggu 3 bulanan baru di bayar
DPO adalah rata2 utang usaha berbanding beban pokok pendapatan. Semakin tinggi, perusahaan dapat uang uang gratis dari supplier. Wajar kalau KAEF lebih tinggi, toh jg bisnis nya masih di dominasi dagang.
CCC rendah menunjukkan perusahaan cukup efisien, dan tidak memerlukan modal yang besar untuk operasionalnya. Jadi sangat wajar kalau $PRDA memang tidak perlu pinjaman dari bank.
Data ini menjadi penting, untuk mengukur aliran darah di prodia. Seperti anak yang belajar naik sepeda, kalaupun jatuh/lecet2 (laba tergerus).. fungsi organnya masih ok..
karena organ vitalnya masih sangat baik. Coba bayangkan seorang anak yang sedang kekurangan darah, dan terjadi pendarahan.. hehehe, I hope it will not happen..
Ok, terakhir kita ke valuasi agar artikel ini bisa ditutup.. hehe,
Nahh, ini jadi agak sulit karena pasca covid pendapatan PRODIA cenderung stagnan. Coba kita lihat data dibawah ini.
2019 / 1,744T
2020 / 1,873T
2021 / 2,658 T (Ledakan Covid)
2022 / 2,181T
2023 / 2,222T (stabil/stagnan)
2024 / 2,220 T
Tahun 2025 di estimasi akan stagnan 2,2T. Kalau bicara growth, ini soal keyakinan investor.
Hutang yang minim, cash yang baik... aahhh.... sudahlah kita hitung tradisional saja. Dengan PBV 0,9 dan asumsi payout ratio 60%, menghasilkan yield sekitar 6%, is it good? Untuk old money, daripada pusing invest kemana, ini cukup ok.. cm kalau beli PRDA 20M di hari kamis 19 Februari 2026, 5724 lot x 2700 (average) = 15M , kira2 mungkin bisa ARA.. hehe, jangan lah ketua. Tidak ada dasar yang menguntungkan kalau ketua meng ARA kan emiten ini.. hehe,
Kesimpulannya bagaimana? Perusahaan mengalami stagnansi growth. Investasi ubyprodia adalah “salah satu” keharusan, agar perusahaan tidak lagi menunggu orang sakit, tapi menjaga orang sehat. Namun maintain jumlah user, dan transaction mesti dikawal secara serius. Agar tidak menjadi boomering seperti healthtech sebelah.
Perbandingan dengan $KAEF adalah gambaran yang jelas pentingnya cash, dan simulasi untuk prodia bila masuk ke bisnis ritel farmasi. Fokus pengecekan kesehatan (MCU), akan menjadi poin kuat bila GDP indonesia terus tumbuh.
Sedikit cerita, ada momen dimana manusia makan cukup, pakaian bagus, rumah nyaman.. orang akan invest di “umur” hahaha.. tinggal cara menjangkau "market prodianya" bagaimana?
So, bukan ajakan untuk beli tapi semoga ganti kulitnya sukses, kalaupun kurang sempurna, pantau saja highlight data di artikel2 ini dan sebelumnya. See you next, thanks guys..
Gong Xi Fa Cai 2577!
Ular Kayu sudah berganti,
Kuda Api berlari melesat.
Investasi butuh sabar hati,
Semoga cuan datang, badan pun sehat.