imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Apakah Orang Dalam $KLBF Menyedot Perusahaan Seperti Orang Dalam $SRIL?

Lanjutan dari postingan di External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Kalau kita perhatikan LK Q3 2025 KLBF, kita bisa lihat bahwa banyak transaksi pihak berelasi di KLBF. Saya terus terang agak alergi sama yang namanya transaksi pihak berelasi karena banyak perusahaan bangkrut dan gagal bayar karena transaksi pihak berelasi yang ternyata bodong. SRIL adalah contoh realnya. Oleh karena itu kita perlu melihat apakah transaksi pihak berelasi atau transaksi orang dalam di KLBF itu sehat atau tidak. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Cara paling aman menilai transaksi pihak berelasi itu bukan dengan feeling, tapi dengan pola. Uangnya keluar lewat apa, masuk lewat apa, lalu apakah ujungnya memperkuat kas perusahaan atau justru bikin kas megap-megap. Di SRIL, pola ini kelihatan ekstrem, uang keluar besar, kualitas kas jeblok, lalu utang makin jadi tambalan.

Kerangka berpikirnya sederhana. Kalau pihak berelasi adalah jalur operasional yang wajar, biasanya skalanya masih masuk akal terhadap revenue, marginnya tidak jebol, dan kas operasional tetap sehat. Kalau pihak berelasi jadi alat sedot, biasanya terlihat dari biaya yang naik lebih cepat dari revenue, piutang relasi menumpuk, laba di atas kertas tapi kas seret, lalu perusahaan hidup dari utang.

Di KLBF, jenis transaksinya terlihat seperti ekosistem bisnis yang saling menyokong, bukan satu pintu sedotan. Ada pembelian barang dan bahan dari entitas asosiasi, ada penjualan ke entitas sepengendali, ada dividen dari asosiasi, dan ada pendapatan sewa kecil. Ini beda karakter dengan SRIL yang terlihat sangat berat di satu sisi, yaitu pembelian dan jasa ke entitas sepengendali saat kas operasionalnya sudah negatif. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Angka outflow operasional orang dalam di KLBF pada LK Q3 2025 yang paling relevan adalah pembelian dari pihak berelasi Rp466,67 miliar, dan Rp412,41 miliar di antaranya mengalir ke PT Kalbe Blackmores Nutrition. Ini naik 33% dibanding periode yang sama tahun lalu, sementara revenue KLBF naik 7,2% menjadi Rp25,99 triliun. Pola seperti ini tidak otomatis salah, tapi jelas pantas dicurigai dari sisi pricing dan margin, karena biaya terkait pihak berelasi tumbuh jauh lebih cepat dari mesin jualannya.

Di sisi manajemen, kompensasi imbalan kerja jangka pendek manajemen kunci Rp28,63 miliar. Angkanya kecil dibanding skala KLBF, tapi tetap relevan sebagai indikator disiplin biaya saat kas sedang diuji. Apalagi dalam narasi arus kas, kas neto dari aktivitas operasi atau arus kas operasional (CFO) turun 38,3% menjadi Rp2,18 triliun, jadi investor wajar sensitif pada semua keran kas yang keluar.

Lalu bagian yang paling sering bikin alarm nyala itu bukan pembelian relasinya, tapi kebijakan pembagian uang ke pemegang saham saat CFO melemah. Dividen kas dibayar Rp1,64 triliun, lalu ada buyback Rp808,19 miliar, sehingga total dividen plus buyback sekitar Rp2,44 triliun. Ini lebih besar dari CFO Rp2,18 triliun, jadi secara matematika ada defisit pendanaan yang harus ditutup dari cadangan kas, yang selaras dengan fakta kas neto turun Rp687,52 miliar.

Kalau fokusnya murni sedotan orang dalam, bagian dividen yang dinikmati pemegang saham pengendali (PSP) diperkirakan Rp946,31 miliar, karena kepemilikan sekitar 57,85%. Di sinilah bedanya KLBF dengan SRIL. Di SRIL, sedotan terjadi saat CFO sudah negatif besar. Di KLBF, sedotannya lebih terasa lewat distribusi kas ke pemegang saham ketika CFO sedang turun, tapi CFO masih positif dan neraca masih kuat. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Sekarang lihat inflow dari orang dalam di KLBF. Penjualan barang jadi ke entitas sepengendali Rp202,72 miliar, dividen kas dari entitas asosiasi Rp24,93 miliar, dan pendapatan sewa Rp1,52 miliar. Nilai penjualan relasi ini hanya sekitar 0,78% dari total revenue, jadi KLBF tidak terlihat tergantung pada pembelian internal untuk menggerakkan revenue, ini poin sehat.

Kalau disimpulkan dari aliran uang, skenario tanpa dividen menunjukkan net flow orang dalam negatif Rp266,13 miliar, sedangkan skenario dengan dividen PSP membuatnya negatif Rp1,21 triliun, dengan rasio inflow terhadap outflow hanya 0,16 kali. Ini terlihat seperti sedotan, tapi konteksnya penting, karena dividen adalah keputusan kapital alokasi, bukan biaya operasional. Jadi verdict yang paling jujur adalah ini bukan pola SRIL, tapi ada lampu kuning, karena return kas ke pemegang saham sedang lebih agresif daripada daya kas operasional di tahun ketika CFO turun dan modal kerja menyerap kas.

๐Ÿงญ Peta transaksi pihak berelasi KLBF LK Q3 2025
๐Ÿงฉ Outflow operasional
โ€ƒโ€ƒ๐Ÿญ Pembelian pihak berelasi Rp466,67 miliar.
โ€ƒโ€ƒโ€ƒโ€ƒ๐Ÿงด Ke PT Kalbe Blackmores Nutrition Rp412,41 miliar.
โ€ƒโ€ƒ๐Ÿ‘” Kompensasi manajemen kunci Rp28,63 miliar.
๐Ÿงฒ Outflow kapital alokasi
โ€ƒโ€ƒ๐Ÿ’ต Dividen kas dibayar Rp1,64 triliun.
โ€ƒโ€ƒ๐Ÿฆ Estimasi dividen ke PSP Rp946,31 miliar.
โ€ƒโ€ƒ๐Ÿ” Buyback Rp808,19 miliar.
๐Ÿงพ Inflow dari orang dalam
โ€ƒโ€ƒ๐Ÿ›’ Penjualan ke entitas sepengendali Rp202,72 miliar.
โ€ƒโ€ƒ๐Ÿ’ฐ Dividen dari entitas asosiasi Rp24,93 miliar.
โ€ƒโ€ƒ๐Ÿข Pendapatan sewa Rp1,52 miliar.
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

๐Ÿ“Š Rasio yang langsung kelihatan
๐Ÿ“ˆ Pembelian pihak berelasi naik 33%.
๐Ÿ“ˆ Revenue naik 7,2% jadi Rp25,99 triliun.
๐Ÿ“‰ CFO turun 38,3% jadi Rp2,18 triliun.
๐Ÿ“Œ Penjualan relasi sekitar 0,78% dari revenue.
๐Ÿ“Œ Pembelian relasi sekitar 1,80% dari revenue.
๐Ÿ“Œ Pembelian ke KBN sekitar 1,59% dari revenue.

โš–๏ธ Tes ala SRIL versi KLBF
๐Ÿงช Tes kas operasional
โ€ƒโ€ƒโœ… CFO masih positif Rp2,18 triliun.
โ€ƒโ€ƒโš ๏ธ CFO turun tajam 38,3%.
๐Ÿงช Tes kapital alokasi
โ€ƒโ€ƒโš ๏ธ Dividen plus buyback sekitar Rp2,44 triliun.
โ€ƒโ€ƒโš ๏ธ Itu sekitar 111,93% dari CFO.
๐Ÿงช Tes ketergantungan relasi untuk jualan
โ€ƒโ€ƒโœ… Penjualan relasi kecil, sekitar 0,78% dari revenue.
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

๐Ÿงพ Total inflow kas Rp229,17 miliar.
๐Ÿงพ Total outflow tanpa dividen Rp495,30 miliar.
โ€ƒโ€ƒ๐Ÿ”ป Net flow negatif Rp266,13 miliar.
๐Ÿงพ Total outflow dengan dividen PSP Rp1,44 triliun.
โ€ƒโ€ƒ๐Ÿ”ป Net flow negatif Rp1,21 triliun.
๐Ÿ” Rasio inflow terhadap outflow dengan dividen PSP 0,16 kali.

๐Ÿšฆ Putusan praktis sehat atau tidak
โœ… Sehat di sisi struktur bisnis
โ€ƒโ€ƒ๐ŸŸข Tidak tergantung relasi untuk revenue.
โ€ƒโ€ƒ๐ŸŸข CFO masih positif.
โš ๏ธ Wajib diawasi ketat
โ€ƒโ€ƒ๐ŸŸ  Pembelian relasi tumbuh jauh lebih cepat dari revenue.
โ€ƒโ€ƒ๐ŸŸ  Return kas ke pemegang saham lebih agresif dari CFO.
โ€ƒโ€ƒ๐ŸŸ  Kas neto turun Rp687,52 miliar.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/6

testestestestestes
2013-2026 Stockbit ยทAboutยทContactHelpยทHouse RulesยทTermsยทPrivacy