➖ Gubernur BI kembali menekankan ruang penurunan suku bunga masih terbuka karena inflasi Indonesia sudah cukup rendah.
Namun BI Rate tetap harus dipertahankan sekarang ini karena dinamika global yang tinggi sehingga dibutuhkan stabilisasi nilai tukar Rupiah.
BI juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di Q1 2026 tetap tinggi seiring adanya momen Idul Fitri dan Tahun Baru Imlek.
Terkait Rupiah yang masih lemah, BI memandangnya bukan karena faktor fundamental dari Rupiah dan ekonomi Indonesia, namun lebih disebabkan faktor teknikal dan penyesuaian premi risiko akibat dinamika global.
BI akan terus melakukan intervensi untuk menstabilkan kurs.
Karena suku bunga 'terpaksa' dipertahankan saat ini, maka BI lebih mendorong ekspansi moneter melalui insentif likuiditas makroprudensial, serta maksimalisasi transmisi kebijakan BI Rate agar suku bunga riil di perbankan ikut turun.
https://cutt.ly/ltQf247b
$USDIDR $BBCA $ASRI