imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$NRCA
1. Potensi Dividen Yield yang Tinggi
NRCA dianggap sebagai salah satu emiten konstruksi swasta yang paling loyal membagikan dividen.
Historis & Proyeksi: Pada tahun buku 2024, NRCA membagikan dividen sebesar Rp22 per saham (yield sekitar 6,5% pada harga Rp340).
Ekspektasi 2026: Jika laba bersih tahun penuh 2025 berhasil mencapai target (estimasi laba Rp88 miliar), dividen per saham diprediksi bisa naik ke kisaran Rp25 per saham, yang memberikan potensi yield minimal 7% bagi pemegang saham.

2. Pemulihan Kinerja Keuangan
Setelah sempat mencatat kerugian sekitar Rp10 miliar di kuartal IV 2024, NRCA menunjukkan turnaround yang signifikan:
Laba Kuartal I 2025: Laba bersih melesat menjadi Rp42 miliar.
Laba Semester I 2025: Pertumbuhan laba berlanjut dengan kenaikan 28% (YoY) menjadi Rp76,5 miliar.
Kesehatan Kas: Perusahaan dinilai memiliki fundamental yang sangat sehat dengan posisi kas mencapai Rp728 miliar dan order book yang solid sebesar Rp6,23 triliun.


3. Valuasi dan Perbandingan Sektor
Undervalued: Secara fundamental, saham NRCA sering dikategorikan sebagai saham yang murah (undervalued) dengan PBV di bawah 1 (sekitar 0,7x).
Benchmark: Kinerjanya sering dibanding-bandingkan dengan PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL). Jika tren pertumbuhan laba NRCA mampu meniru pola TOTL, terdapat potensi apresiasi harga saham yang cukup besar untuk mengejar nilai wajarnya.

4. Risiko dan Volatilitas
Status FCA: Saham NRCA sempat masuk dalam kategori Full Call Auction (FCA), namun telah keluar pada Desember 2025. Pasca keluar dari FCA, volatilitas harga diperkirakan akan tetap tinggi sebelum mencapai titik stabil.
Isu Divestasi: Analisis di komunitas seperti Stockbit menyebutkan adanya tekanan jual dari pemegang saham besar (seperti Saratoga) yang bisa menahan laju kenaikan harga meskipun fundamentalnya kuat.

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy