Do You Know ? #1
Dari Pabrik Rokok di Kudus ke Bank Terbesar di Indonesia..
Banyak orang mengenal keluarga Hartono dari Djarum. Pabrik rokok di Kudus. Bau tembakau. Industri lama. Stabil.
Tapi tidak banyak yang sadar…
Di balik saham PT Bank Central Asia Tbk $BBCA,
ada tangan yang sama. Mereka adalah duo hartono.. Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono.
Tahun 1998, Indonesia runtuh oleh krisis.
Bank-bank tumbang.
Kepercayaan publik hilang.
BCA saat itu bukan simbol kekuatan.
Ia simbol kepanikan.
Orang menarik dana.
Negara mengambil alih.
Mayoritas pengusaha memilih bertahan.
Menunggu badai reda.
Tapi keluarga Hartono justru melangkah masuk.
Bukan saat pasar optimis.
Bukan saat ekonomi pulih.
Tapi saat ketakutan berada di puncaknya.
Mereka mengakuisisi BCA dari BPPN.
Keputusan yang saat itu terlihat berisiko besar.
Waktu berjalan.
Tanpa banyak sensasi.
Tanpa drama berlebihan.
BCA dibangun pelan.
Sistem diperkuat.
Manajemen dirapikan.
Teknologi dikembangkan.
Hari ini, BCA berdiri sebagai bank swasta terbesar di Indonesia.
Salah satu saham dengan kapitalisasi terbesar di BEI.
Dari rokok…
menjadi raksasa perbankan.
Cerita ini bukan tentang rokok.
Bukan tentang bank.
Tapi tentang satu hal..
Krisis sering kali hanya menyingkirkan yang rapuh.
Dan memberi ruang bagi yang berani membaca peluang.
Saham bukan sekadar grafik.
Di baliknya, selalu ada keputusan besar yang diambil saat orang lain ragu.
Ini bukan rekomendasi jual atau beli saham.
Keputusan investasi tetap di tangan masing-masing.
$GGRM $DATA
