Catatan
Kesimpulannya, secara garis besar kedua emiten ini sudah memenuhi ambang batas minimal yang berlaku saat ini, namun menghadapi tantangan berbeda untuk aturan baru di masa depan:
$GJTL (Gajah Tunggal): Sudah Memenuhi. Dengan porsi masyarakat sekitar 34,5%, GJTL jauh melampaui batas minimal lama (7,5%) maupun rencana batas baru (15%). Likuiditasnya tergolong aman dari risiko delisting akibat aturan free float.
INDS (Indospring): Sudah Memenuhi Batas Lama, Perlu Penyesuaian untuk Batas Baru. Meskipun telah memenuhi syarat minimal 7,5%, porsi publik INDS secara historis berada di angka yang lebih ketat (seringkali di kisaran 10-11%).
Dengan rencana kenaikan batas minimal menjadi 15% pada Maret 2026, INDS kemungkinan besar harus melakukan aksi korporasi untuk menambah saham publik dalam masa transisi 2-3 tahun ke depan.
Ringkasan Kepatuhan
Emiten Estimasi Free Float Saat Ini Status vs Batas 7,5% Status vs Rencana 15%
GJTL ~34,5% ✅ Aman ✅ Aman
INDS ~10 - 11% ✅ Aman ⚠️ Perlu Penyesuaian
Poin Penting:
Masa Transisi: BEI memberikan waktu 2 hingga 3 tahun bagi emiten seperti INDS untuk perlahan meningkatkan porsi saham publiknya agar mencapai 15%.
Risiko: Emiten yang gagal memenuhi ketentuan ini setelah masa transisi berakhir terancam sanksi hingga potensi delisting dari bursa.