imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

After M&A - 2026 That’s where re-rating usually starts!


Kalau baca LK 2025, kelihatan banget $EXCL lagi ada di fase transisi besar. Revenue sudah Rp42,4 triliun. Total aset Rp115,3 triliun dengan ekuitas Rp30 T juga nunjukin skala bisnisnya sudah heavyweight.

Tapi yes, bottom line masih minus sekitar Rp4,4 triliun.

Dan honestly, itu expected. Merger sama Hutchison 3 Indonesia bukan sekadar gabung pelanggan. Itu integrasi jaringan, sistem billing, spektrum, SDM, sampai positioning brand. Short term pasti ada friction cost.


Kalau eksekusi smooth, 2026 bisa jadi turning point.

1. Cost synergy mulai fully reflected.
Telekom itu operating leverage-nya gede banget. Revenue sudah di atas Rp40T. Sedikit efisiensi OPEX saja bisa langsung translate ke EBITDA dan net profit.
2. Pricing discipline lebih rasional.
Dengan market structure yang lebih terkonsolidasi, ruang perang harga makin sempit. ARPU punya chance buat stabil — bahkan creep up pelan-pelan.
3. Capex lebih strategic, bukan agresif.
Aset tetap Rp121,5 T itu tinggal di optimise. Fokusnya bukan lagi expansion mode, tapi monetisation mode.


Menurut gue sih 2025 itu heavy lifting.
2026 harusnya mulai harvesting.
Kalau synergy delivery on track, narasinya shift dari “perusahaan lagi rugi karena merger”
jadi “platform besar yang siap cetak profit”.
Dan di market, narrative shift kayak gini biasanya yang bikin re-rating mulai kejadian.

Cheers..

Dyor! $PYFA $BRIS

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy