SILAKAN BUKA KEYSTAT SAHAM $ERAA
Ini adalah pemandangan yang bikin investor "value investing" betah melek lama-lama. Secara garis besar, pada Current Valuation menunjukkan valuasi sebuah saham yang terlihat sangat murah (undervalued) dibandingkan nilai aslinya.
1. Harganya Sedang "Obral" (PE Ratio & PBV)
PE Ratio (6.67x - 6.80x): Bayangkan Anda beli bisnis yang balik modalnya cuma butuh waktu sekitar 6-7 tahun. Bandingkan dengan rata-rata IHSG yang ada di angka 8.77x. Artinya, saham ini jauh lebih murah dari rata-rata pasar.
PBV (0.80): Ini poin penting! Angka di bawah 1.00 berarti Anda membeli aset perusahaan dengan harga diskon. Anda bayar 80 perak untuk sesuatu yang nilai bukunya 100 perak.
2. Mesin Pencetak Uang yang Efisien (Cashflow & EBITDA)
Price to Free Cashflow (4.77): Perusahaan ini punya banyak uang tunai "nganggur" setelah bayar operasional. Ini tanda perusahaan sehat yang punya modal buat bagi dividen atau ekspansi.
EV to EBITDA (4.04): Di dunia akuisisi, angka di bawah 10 biasanya dianggap menarik. Angka 4? Itu sangat murah. Ibarat beli mobil mewah dengan harga motor bekas.
3. Potensi Pertumbuhan (PEG Ratio)
PEG Ratio (0.27): Ini adalah indikator favorit investor kawakan. Jika angka PEG di bawah 1.0, artinya pertumbuhan laba perusahaan belum dihargai sepantasnya oleh pasar. Angka 0.27 itu sangat kecil, menunjukkan potensi upside yang besar.
Kesimpulannya?
Secara statistik, saham dalam gambar ini adalah "Hidden Gem". Perusahaannya menghasilkan laba yang oke, arus kasnya kuat, tapi harganya masih di bawah harga pasar (diskon).
Catatan Kecil: Meskipun angkanya terlihat sangat cantik, pastikan juga untuk cek kenapa dia murah. Apakah karena sektornya lagi lesu, atau memang pasar saja yang belum sadar kalau ada barang bagus di sini.
