Saham yang berpotensi naik besok (Rabu, 18 Februari 2026) memiliki peluang rebound teknikal terbatas setelah libur panjang Imlek (16-17 Februari 2026).
IHSG terakhir ditutup pada Jumat 13 Februari 2026 di level 8.212,27 (melemah 0,64% atau turun 53 poin), dengan mayoritas sektor terkoreksi menjelang long weekend.
Perdagangan tutup 2 hari, jadi besok adalah hari pertama setelah libur – sering kali ada gap atau volatilitas tinggi karena penyesuaian posisi investor (settlement T+2 juga disesuaikan).
Prediksi analis (dari MNC Sekuritas, Phintraco Sekuritas, IPOT, dan sumber terkini per 17 Februari 2026):
1. IHSG diproyeksikan konsolidasi atau menguat terbatas di rentang 8.054–8.303 (support 8.054–8.132, resistance 8.265–8.303). Peluang penguatan jika hold di atas 8.132 dan ada inflow domestik pasca-libur; rawan koreksi jika profit taking dominan atau sentimen global negatif.
2. Sentimen utama: RDG BI (18-19 Februari) jadi penentu suku bunga, plus laporan keuangan emiten Q4 2025 awal. Fokus buy on weakness di saham fundamental kuat, undervalued, atau sektor komoditas (batubara, nikel) yang masih prospektif global.
3. Pasar pasca-libur sering sideways/rebound ringan, tapi waspadai thin trading awal.
Berikut saham yang sering direkomendasikan analis untuk besok (spekulatif, probabilitas rebound ~45–55% jika IHSG stabil di atas 8.100; dari MNC Sekuritas, Phintraco, IPOT, dan update terkini):
a. $DSSA (PT Dian Swastatika Sentosa Tbk):
Rekomendasi buy on weakness dari MNC Sekuritas & analis. Bertahan di atas MA10, technical rebound dengan MACD penguatan – potensi lanjut naik pasca-libur.
b. WIIM (PT Wismilak Inti Makmur Tbk):
Rekomendasi MNC. Sektor konsumsi (rokok) defensif, undervalued – area beli weakness, potensi rebound terbatas sebagai safe haven.
c. $INDY (PT Indika Energy Tbk):
Buy on weakness dari MNC Sekuritas. Sektor energi/komoditas undervalued, posisi wave positif – support kuat, target lebih tinggi jika sektor energi pulih.
d. BBTN (PT Bank Tabungan Negara Tbk):
Rekomendasi IPOT & analis. Bank BUMN undervalued, tren uptrend dengan inflow asing sebelum libur – potensi rebound jika sentimen perbankan stabil.
e. LPPF (PT Matahari Department Store Tbk):
Rekomendasi IPOT. Ritel konsumsi defensif, higher low teknikal – potensi naik tipis pasca-libur.
f. HRUM (PT Harum Energy Tbk):
Rekomendasi IPOT. Batubara/energi, area beli weakness – potensi rebound jika komoditas stabil global.
Catatan Penting
Ini bukan prediksi pasti naik — pasca-libur sering sideways/terbatas karena penyesuaian posisi dan RDG BI besok. Probabilitas penguatan rendah jika profit taking dominan atau Moody's/global negatif.
Saran umum:
- Pantau pembukaan Rabu pagi (volume awal, net buy domestik/asing, update RDG BI atau reformasi free float OJK/MSCI).
- Gunakan stop loss ketat (3–5% di bawah entry) dan position sizing kecil – volatilitas tinggi pasca-libur.
- Fokus jangka pendek: Buy on dip di support kuat, target resistance dekat – prioritaskan defensif/undervalued (konsumsi/energi seperti WIIM, DSSA, HRUM) dibanding saham spekulatif.
- Jika jangka panjang, saham fundamental kuat lebih aman pasca-koreksi.
- Cek real-time di app sekuritas atau situs BEI/https://cutt.ly/9tm10QR7 pagi besok, karena kondisi berubah cepat.
Ini analisis berdasarkan data & rekomendasi terkini (bukan saran investasi pribadi). Tetap sabar dan kelola risiko!