imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BLUE

Halo Sobat Investor! Mari kita duduk sejenak dan bedah laporan keuangan tahunan **PT Berkah Prima Perkasa Tbk (kode saham: BLUE)** per 31 Desember 2025. Sebagai mentor Anda, tugas saya bukan hanya membacakan angka, tapi menunjukkan apa arti angka-angka ini bagi portofolio Anda.

Secara garis besar, BLUE sedang dalam mode "bertahan". Neraca keuangannya menjadi sangat sehat dan "bersih" dari utang, namun kinerja pertumbuhannya sedang tertekan.

Mari kita analisa lebih dalam poin per poin:

### 1. Lampu Kuning di *Top Line* (Pendapatan & Laba)
Hal pertama yang harus Anda perhatikan sebagai investor adalah tren penjualan. Sayangnya, trennya sedang menurun.
* **Pendapatan Turun:** Penjualan BLUE turun sekitar **11,9%**, dari Rp160,2 miliar di 2024 menjadi **Rp141,1 miliar** di 2025. Penurunan ini mayoritas berasal dari penjualan produk.
* **Laba Bersih Tergerus:** Karena pendapatan turun, laba bersih (tahun berjalan) juga ikut turun dari Rp16,3 miliar menjadi **Rp14,5 miliar**.
* **EPS Menurun:** Laba per saham dasar (EPS) turun dari 39,18 menjadi **34,67**.

**Catatan Mentor:** Perusahaan ini sedang mengalami kontraksi bisnis. Efisiensi beban usaha memang terjadi (turun dari total sekitar 32M menjadi 29M), tapi belum cukup untuk menambal penurunan omzet.

### 2. Bahaya Tersembunyi: Isu Persediaan (*Inventory*)
Ini adalah bagian yang sering luput dari pemula. Perhatikan rasio antara penjualan dan stok barang.
* **Penjualan Turun, Tapi Stok Naik:** Ketika penjualan turun, logisnya stok barang harus dikurangi. Namun, persediaan lancar BLUE justru **naik** dari Rp27,1 miliar menjadi **Rp32,3 miliar**.
* **Risiko:** Ini bisa mengindikasikan barang susah terjual atau penumpukan stok lama. Uang kas perusahaan "mandek" dalam bentuk barang dagangan dan bahan baku.

### 3. Posisi Keuangan: Neraca Sangat Sehat (Lampu Hijau)
Di sisi lain, manajemen keuangan BLUE patut diacungi jempol dalam hal pengelolaan utang. Mereka melakukan *deleveraging* (pengurangan utang) secara masif.
* **Utang Anjlok:** Total liabilitas berkurang drastis dari Rp12,8 miliar menjadi hanya **Rp7,6 miliar**.
* **Bebas Utang Bank Jangka Pendek:** Tidak ada utang bank jangka pendek yang tercatat di 2025.
* **Ekuitas Tumbuh:** Ekuitas pemegang saham tumbuh sehat ke **Rp101,3 miliar** dibanding Rp96,4 miliar tahun sebelumnya.

**Catatan Mentor:** Perusahaan ini sangat aman dari risiko kebangkrutan dalam waktu dekat. Neracanya tebal, utangnya minim. Ini tipe saham defensif.

### 4. Arus Kas & Dividen: "Sapi Perah" bagi Investor
Meskipun laba turun, BLUE tetap royal membagikan uang kepada pemegang saham.
* **Arus Kas Operasi Positif:** Kas yang dihasilkan dari operasi justru naik menjadi **Rp20,9 miliar** (vs Rp15,7 miliar tahun lalu), terutama karena efisiensi pembayaran kepada pemasok.
* **Dividen Besar:** Perusahaan membayar dividen tunai sebesar **Rp9,6 miliar** di tahun 2025. Jika dibandingkan dengan laba bersih Rp14,5 miliar, *Dividend Payout Ratio*-nya sangat tinggi (di atas 60%).
* **Investasi Aset Keuangan:** Perusahaan memindahkan sebagian kasnya ke "Aset keuangan lancar" (investasi) sebesar Rp7,1 miliar, yang sebelumnya nol. Ini strategi manajemen kas untuk mencari *yield* tambahan.

### 5. Risiko Konsentrasi Pelanggan
Ada satu risiko yang harus Anda waspadai.
* Terdapat penjualan kepada pihak berelasi (PT Cetak Biru Kapital) sebesar **Rp18,5 miliar**, yang merupakan porsi signifikan (lebih dari 10%) dari total pendapatan. Ketergantungan pada satu atau sedikit klien besar adalah risiko bisnis jika kontrak tersebut putus.

---

### Kesimpulan & Arahan Mentor:

Sobat Investor, laporan keuangan BLUE tahun 2025 menunjukkan karakteristik perusahaan yang **"Mature but Stagnant"** (Matang tapi Stagnan).

* **Sisi Positif:** Fundamental neraca sangat kuat, utang sangat rendah, arus kas operasi bagus, dan rajin bagi dividen.
* **Sisi Negatif:** Bisnis inti sedang lesu (penjualan & laba turun) dan ada penumpukan persediaan.

**Arahan Strategis:**
1. **Untuk *Dividend Hunter*:** Saham ini menarik untuk dipegang (*Hold*) karena arus kasnya kuat dan *payout ratio*-nya tinggi. Neraca yang bersih menjamin keberlangsungan dividen.
2. **Untuk *Growth Investor*:** Hindari dulu. Belum ada tanda-tanda *turnaround* atau pertumbuhan penjualan yang signifikan. Tunggu sampai masalah penumpukan persediaan teratasi dan penjualan kembali naik.
3. **Pantau:** Perhatikan apakah "Investasi Aset Keuangan" sebesar Rp7,1 miliar tersebut bisa menghasilkan pendapatan bunga yang berarti di kuartal berikutnya.

Ingat, lindungi modal Anda, dan berinvestasilah dengan data, bukan hanya perasaan!

https://cutt.ly/otmCchdM

RANDOM TAG $LUCK $ASGR

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy