imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EXCL

Baik rekan investor, mari kita duduk sejenak dan bedah laporan keuangan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) untuk tahun buku 2025 ini. Sebagai mentor Anda, saya melihat ada **cerita pertumbuhan yang agresif namun memakan biaya besar** di sini. Jangan langsung panik melihat angka rugi bersihnya; mari kita lihat apa yang sebenarnya terjadi di balik layar.

Berikut adalah analisis dan arahan investasi saya berdasarkan data faktual laporan keuangan:

### 1. Pertumbuhan "Top Line" yang Impresif
Kabar baiknya dulu: bisnis inti perusahaan ini sedang "lari kencang". Pendapatan usaha melonjak signifikan menjadi **Rp42,4 triliun**, naik tajam dibandingkan Rp34,3 triliun di tahun 2024.
* **Insight Mentor:** Ini sinyal positif bahwa pangsa pasar atau volume penjualan mereka berkembang pesat. Produk mereka laku keras.

### 2. Mengapa "Bottom Line" Berdarah? (Analisis Kerugian)
Anda pasti bertanya, "Kalau pendapatan naik, kenapa malah rugi bersih **Rp4,4 triliun** padahal tahun lalu untung Rp1,8 triliun?".
* **Penyebab Utama:** Perusahaan melakukan ekspansi infrastruktur besar-besaran. Ini terlihat dari **Beban Penyusutan dan Amortisasi** yang membengkak menjadi **Rp18 triliun** (naik dari Rp12,2 triliun). Ingat, ini adalah beban non-tunai (uangnya tidak benar-benar keluar, hanya pencatatan akuntansi atas penurunan nilai aset).
* **Beban Operasional:** Beban operasional jaringan juga naik menjadi Rp12,3 triliun seiring dengan perluasan jangkauan mereka.
* **Beban Bunga:** Karena utang bertambah, beban keuangan naik menjadi Rp4 triliun.

### 3. Kesehatan Neraca: Ekspansi Dibiayai Utang & Modal
Struktur permodalan EXCL berubah drastis tahun ini:
* **Aset Meroket:** Total aset tembus **Rp115,3 triliun**, naik jauh dari Rp86,1 triliun. Kenaikan terbesar ada di Aset Tetap, yang mengonfirmasi tesis ekspansi infrastruktur tadi.
* **Utang Jangka Panjang Membengkak:** Hati-hati di sini. Liabilitas jangka panjang atas utang bank melonjak tiga kali lipat menjadi **Rp19,2 triliun** dari sebelumnya hanya Rp6,5 triliun. Manajemen sangat agresif menarik pinjaman (leverage) untuk belanja modal.
* **Suntikan Modal:** Ada penambahan modal disetor yang sangat besar, naik menjadi Rp27 triliun. Ini indikasi adanya *Rights Issue* atau suntikan dana segar dari investor/induk untuk memperkuat ekuitas di tengah kerugian.

### 4. Cash is King: Arus Kas Masih Kuat
Jangan terkecoh dengan rugi bersih di laporan laba rugi. Mari cek dompetnya (Arus Kas):
* **Kas Operasi Positif:** Perusahaan masih menghasilkan kas bersih dari operasi sebesar **Rp17,5 triliun**.
* **Insight Mentor:** Ini poin krusial. Secara operasional, perusahaan ini **sangat sehat dan "printing money"**. Kerugian Rp4,4 triliun tadi mayoritas disebabkan oleh penyusutan (biaya akuntansi), bukan karena uang tunai habis. Posisi kas akhir tahun bahkan naik dua kali lipat menjadi Rp2,6 triliun.

---

### Arahan Mentor untuk Investor:

1. **Jangan Panik Jual karena Rugi Bersih:** Jika Anda tipe investor jangka panjang, lihatlah *Operating Cash Flow*. Perusahaan masih sangat *profitable* secara tunai. Rugi bersih tahun ini adalah konsekuensi dari investasi aset besar-besaran.
2. **Pantau Utang (Debt Watch):** Tingkat utang bank jangka panjang yang naik drastis harus diawasi. Pastikan pendapatan di tahun 2026 mampu tumbuh lebih cepat untuk menutupi beban bunga yang semakin tinggi.
3. **Waspada Dividen:** Dengan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya turun drastis menjadi Rp1 triliun (dari Rp9,4 triliun), ekspektasi dividen jumbo mungkin harus diturunkan untuk tahun depan.
4. **Strategi:** Ini adalah saham fase *Growth/Expansion*. Masuklah jika Anda percaya ekspansi aset mereka hari ini akan menjadi mesin uang di masa depan. Hindari jika Anda mencari saham defensif yang stabil membagikan dividen.

---

### Jawaban Singkat & Padat

* **Kinerja Penjualan:** Sangat bagus, pendapatan naik sekitar 23% menjadi Rp42,4 triliun.
* **Profitabilitas:** Perusahaan mencatat rugi bersih Rp4,4 triliun, terutama disebabkan oleh lonjakan beban penyusutan (non-tunai) senilai Rp18 triliun akibat ekspansi aset.
* **Arus Kas:** Sangat sehat. Arus kas operasi positif sebesar Rp17,5 triliun, membuktikan bisnis inti tetap menghasilkan uang tunai.
* **Posisi Utang:** Perlu waspada. Utang bank jangka panjang naik tajam menjadi Rp19,2 triliun untuk membiayai aset.
* **Kesimpulan:** EXCL sedang dalam fase ekspansi agresif. Kerugian bersifat akuntansi (akibat penyusutan), bukan kegagalan operasional.

https://cutt.ly/ItmCjLEZ

RANDOM TAG $TLKM $ISAT

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy