Perbedaan Warga Kalimantan Timur dengan Warga Alaska Dalam Mengelola Sumber Daya Alam
Kalau kita lihat dari laporan keuangan, mayoritas saham coal atau related coal itu labanyak anjlok di 2025. Hanya perusahaan tertentu yang labanya bisa growth. Kita juga bisa lihat secara geografis, kerajaan coal itu adanya di Kalimantan Timur. Harusnya sih orang Kalimatan Timur kaya raya semua ini karena coal mereka ada di sana. Idealnya itu tiap penduduk Kalimantan Timur wajib dapat dividen dari coal seperti warga Alaska yang dapat dividen dari perusahaan migas. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Tahun 2025 adalah tahun normalisasi buat industri coal. Bukan berarti sektor mati, tapi berarti kondisi sudah tidak se-ramai periode puncak, jadi laba yang tadinya tebal mulai menipis.
Dari 29 emiten coal, 23 emiten labanya turun, 3 emiten labanya naik, 3 emiten posisinya tidak apple-to-apple karena rugi atau turnaround. Dari sisi pendapatan, 17 emiten coal itu pendapatan turun, 12 emiten pendapatan naik.
Kalau mau jujur, median itu paling aman karena outlier besar bisa bikin rata-rata menipu. Median growth pendapatan minus 10,8%, median growth laba minus 46,8%. Jadi penurunan laba itu bukan sekadar ikut turun, tapi turun jauh lebih dalam dari penurunan penjualan.
Itu artinya mayoritas perusahaan coal mengalami margin compression di Q3 2025. Revenue boleh turun sedikit, tapi kalau harga jual rata-rata melemah sementara biaya, royalty, hauling, stripping ratio, atau bunga tidak ikut turun, laba bisa tergerus lebih cepat. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Contoh yang langsung kebaca, ada emiten yang pendapatannya naik, tapi labanya tetap jatuh dalam. $BUMI pendapatan revenue naik 11,9% tapi laba turun 76,0%. CUAN pendapatan naik 45,8% tapi laba turun 47,0%. PTRO pendapatan naik 18,4% tapi laba turun 29,2%. Ini sinyal bahwa faktor margin mengalahkan faktor volume.
Di barometer sektor, skala penurunannya bikin investor susah pura-pura tidak lihat. $AADI laba turun 45,3%. BYAN turun 15,8%. GEMS turun 49,8%. ITMG turun 52,1%. ADRO turun 74,5%. INDY hampir habis minus 98,6%. KKGI juga minus 97,3%. Ini tipe penurunan yang membuat laba terasa seperti hilang. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Yang bisa growth laba itu minoritas dan cenderung outlier. PTDH $DEWA naik 519,2%. SMMT naik 107,0%. DGL DWGL naik 53,2%. Biasanya ini gabungan faktor khusus, bisa basis laba tahun lalu kecil, bisa ada perbaikan biaya, bisa ada lonjakan volume, atau kombinasi yang tidak mewakili sektor secara umum.
Perbandingan yang bikin investor cepat paham, kelompok raksasa yang pendapatannya paling besar justru kebanyakan labanya turun. Di grup perusahaan yang memiliki laporan keuangan dalam bentuk rupiah, UNTR pendapatan sekitar Rp100,5 triliun dengan laba sekitar Rp11,5 triliun, tetapi labanya turun 26,4%. PTBA pendapatan sekitar Rp31,3 triliun, laba sekitar Rp1,4 triliun, labanya turun 56,8%. Skala besar tidak otomatis kebal. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Secara geografis, konsentrasi operasi coal memang mayoritas di Kalimantan. Kalimantan Timur menjadi tempat tambang Coal batubara terbanyak dan mayoritas nama besar di sini seperti, BYAN, BUMI lewat KPC, ITMG, INDY lewat Kideco, KKGI, BSSR, HRUM, plus jasa PTRO dan MYOH.
Kalimantan Selatan jadi kantong besar berikutnya lewat AADI, GEMS, ABMM, UNTR, SGE, DGL, serta Arutmin.
Sumatera Selatan jadi hub Sumatera lewat PTBA, RMKE, RMKO, IATA, ARII, SMMT.
Lalu kenapa warga Kalimantan Timur tidak otomatis kaya raya dan tidak otomatis dapat dividen? Karena dividen itu alirannya ke pemegang saham. Warga daerah dapat manfaatnya lewat jalur lain, kerja, kontrak lokal, perputaran ekonomi, dan penerimaan negara dari pajak serta royalti yang kemudian kembali lewat belanja publik. Jadi lokasi tambang tidak otomatis berarti uangnya dibagi langsung ke warga. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Di Alaska ada konsep yang sering dianggap mirip dividen warga, yaitu Alaska Permanent Fund Dividend. Ini bukan dividen perusahaan migas yang langsung dibagi, melainkan pembagian hasil dana abadi yang sumber awalnya dari penerimaan migas negara bagian, lalu diinvestasikan, kemudian sebagian hasil investasinya dibagikan rutin ke warga yang memenuhi syarat. Jadi warga ikut kebagian tanpa harus pegang saham.
Kalau ide itu ditempelkan ke Kalimantan Timur, jalannya bukan memaksa emiten membagi dividen ke warga, tetapi membangun dana abadi daerah dari penerimaan sumber daya, lalu hasilnya dibagi atau dipakai untuk layanan publik dengan aturan ketat dan transparan. Ini bisa mengubah rasa memiliki masyarakat, tapi juga harus siap dengan naik-turun nilai pembagian karena siklus komoditas dan hasil investasi. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Potensinya ke depan bercabang dua. Kalau siklus harga membaik, operating leverage sektor coal bisa bikin laba pulih cepat. Kalau harga tetap lembek, investor lebih aman fokus ke low cost, neraca kuat, kontrol logistik, dan diversifikasi yang benar-benar menghasilkan. Pelajaran 2025 jelas, revenue bisa bikin senyum sebentar, tetapi yang menentukan nasib tetap margin dan cash.
โ
Saham Coal 2025
๐ 23 dari 29 emiten laba turun
๐ 3 emiten laba naik
๐งฉ 3 emiten rugi atau turnaround
๐ 17 emiten pendapatan turun
๐ 12 emiten pendapatan naik
๐งฎ Median growth pendapatan minus 10,8%
๐งฎ Median growth laba minus 46,8%
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
๐งท Ciri utama 2025
๐ช Margin compression lebih dominan daripada volume
๐ง Korelasi revenue ke laba lemah
๐งพ Revenue naik tidak menjamin laba naik
๐ Contoh pola revenue naik laba turun
๐ BUMI pendapatan naik 11,9% laba turun 76,0%
๐ CUAN pendapatan naik 45,8% laba turun 47,0%
๐ PTRO pendapatan naik 18,4% laba turun 29,2%
๐๏ธ Peta kerajaan coal
๐ฉ Kalimantan Timur pusat emiten dan operasi besar
๐จ Kalimantan Selatan kantong besar berikutnya
๐ฆ Sumatera Selatan hub Sumatera
๐ง Kenapa warga tidak otomatis dapat dividen
๐ธ Dividen mengalir ke pemegang saham
๐๏ธ Manfaat warga lebih sering lewat kerja dan belanja lokal
๐๏ธ Jalur penerimaan publik lewat pajak dan royalti
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
๐งพ Pelajaran Alaska untuk analogi Kaltim
๐ฆ Penerimaan sumber daya masuk dana abadi
๐ Dana diinvestasikan
๐จโ๐ฉโ๐งโ๐ฆ Sebagian hasil investasi dibagi ke warga atau jadi layanan publik
๐ Nilai bisa naik-turun mengikuti siklus dan hasil investasi
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/7






