imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DSFI

​1. Analisis Pendapatan (Revenue)
​Secara keseluruhan, DSFI menunjukkan pertumbuhan yang solid sepanjang tahun 2025.

​Kuartal I (Q1): Pendapatan mencapai Rp 158 miliar naik 7,8% dibandingkan Q1 2024 (Rp 146,1 miliar).

​Kuartal II (Q2): Terjadi lonjakan signifikan menjadi Rp 172 miliar, yang merupakan capaian tertinggi di tahun tersebut.

​Kuartal III (Q3): Sedikit melandai ke angka Rp 160 miliar, namun tetap lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Rp 154 miliar).

​Total Tahunan (Annualised): Diproyeksikan mencapai Rp 652 miliar, tumbuh sekitar 13% dari total tahun 2024 (Rp 576 miliar).

​2. Faktor Pendorong Utama: Ekspor
​Kinerja positif DSFI sangat bergantung pada pasar internasional, khususnya Amerika Serikat (AS).
​Dominasi Pasar AS: Berita menyebutkan bahwa ekspor ke AS masih berjalan dengan sangat baik dan menjadi penyokong utama pendapatan.
​Konteks Industri Nasional: Data KKP menunjukkan total ekspor perikanan RI tahun 2025 mencapai USD 6,27 miliar (Rp 105,5 triliun). Dari jumlah tersebut, 31,8% (USD 1,99 miliar) ditujukan ke pasar AS.


​Posisi DSFI: Sebagai emiten yang fokus pada pasar AS, DSFI berada di jalur yang tepat dalam memanfaatkan tren peningkatan permintaan dari Negeri Paman Sam tersebut.

Kesimpulan
​DSFI menunjukkan resiliensi dan pertumbuhan yang sehat di tahun 2025. Meskipun ada sedikit normalisasi di Q3, pertumbuhan kumulatif tahunan tetap berada di zona hijau.

Keberhasilan perusahaan menjaga pangsa pasar di Amerika Serikat menjadi kunci vital, mengingat AS adalah mitra dagang terbesar Indonesia untuk produk perikanan.

Berdasarkan berita terbaru per 16 Februari 2026, Presiden Prabowo Subianto memang tengah melakukan kunjungan strategis ke Amerika Serikat untuk bertemu dengan Presiden Donald Trump.

​Perjanjian dagang yang sedang difinalisasi ini, yang dikenal sebagai Agreement on Reciprocal Trade (ART), diprediksi Berpotensi akan membawa dampak sangat menguntungkan bagi perusahaan eksportir ikan seperti DSFI karena alasan berikut:

​1. Penurunan Tarif Impor yang Drastis
​Negosiasi antara Prabowo dan Trump menghasilkan kesepakatan penurunan tarif impor untuk produk Indonesia dari rencana semula 32% menjadi 19%.

​Dampaknya bagi DSFI: Mengingat Amerika Serikat adalah pasar ekspor terbesar DSFI penurunan tarif ini akan secara langsung meningkatkan margin keuntungan perusahaan atau membuat harga produk ikan DSFI lebih kompetitif di pasar AS dibandingkan negara pesaing.


​2. Status "Resiprokal" (Timbal Balik)
​Perjanjian ini bersifat timbal balik. Artinya, AS memberikan kemudahan akses pasar bagi produk unggulan Indonesia (termasuk perikanan) sebagai imbalan atas komitmen Indonesia dalam kerja sama energi dan pembelian produk tertentu dari AS. Hal ini memberikan kepastian hukum dan proteksi dagang bagi eksportir ikan Indonesia di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan global.


​3. Posisi Indonesia sebagai Eksportir Utama
​Indonesia saat ini merupakan salah satu dari empat eksportir produk perikanan terbesar ke Amerika Serikat (dengan nilai ekspor sekitar USD 1,9 miliar per tahun). Komoditas seperti rajungan dan ikan beku adalah yang paling banyak diminati.

Dengan ditandatanganinya perjanjian ini (dijadwalkan resmi pada 19 Februari 2026), hambatan tarif yang sempat dikhawatirkan akan membebani industri perikanan kini telah berhasil diredam.


​Ringkasan untuk Dharma Samudera (DSFI):
​Peluang: Jika pertumbuhan pendapatan DSFI di Q2 2025 sudah mencapai 24% , maka dengan adanya tarif rendah 19% ini (mulai berlaku 1 Agustus 2025/2026 tergantung implementasi final), potensi pertumbuhan pendapatan dan laba di tahun 2026 bisa jauh lebih tinggi.

​Sentimen: Berita ini merupakan sentimen positif yang kuat bagi saham-saham sektor perikanan yang berorientasi ekspor ke AS.
​Presiden Prabowo dijadwalkan menandatangani dokumen final ini pada 19 Februari 2026 di Washington DC.

Disclaimer : Analisis ini merupakan opini/ pendapat pribadi. Bukan Rekomendasi Ajakan Jual/Beli.

Read more...

1/5

testestestestes
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy