$MYOR Berdasarkan data broker summary dalam tiga bulan terakhir, terlihat bahwa investor asing masih melakukan distribusi dalam jumlah besar dengan total penjualan sekitar Rp200 miliar. Penjualan ini terutama berasal dari broker BK, CC, ZP, RX, dan KZ. Sementara itu, pembelian terbesar justru dilakukan oleh PD, yang menjadi pihak paling dominan dalam menyerap saham yang dilepas asing. Beberapa broker asing lain seperti AK dan YU memang mencatatkan pembelian, tetapi nilainya relatif kecil sehingga tidak sebanding dengan tekanan jual. Secara praktik, sebagian besar saham yang dijual asing terserap oleh PD.
Dari sisi asal dana, yang menyerap penjualan tersebut mayoritas adalah domestik. PD dan BB tercatat membeli sekitar Rp250 miliar, mengambil langsung saham yang dilepas asing. Kondisi ini dapat menjadi perhatian karena pembelian tidak tersebar ke banyak broker, melainkan terpusat pada pihak tertentu.
Dilihat dari aliran transaksi, distribusi asing masih cukup jelas. ZP, CC, dan YU terlihat aktif melakukan penjualan. Memang terdapat akumulasi oleh AK, RX, dan BK, tetapi jumlahnya lebih kecil dan tidak mampu menyeimbangkan distribusi yang terjadi. Di sisi lain, hampir seluruh broker ritel terlihat pasif, tidak melakukan akumulasi maupun distribusi yang berarti. Aktivitas yang menonjol justru kembali berasal dari PD yang melakukan pembelian besar, sehingga perannya tidak sepenuhnya mencerminkan ritel biasa dan bisa saja merupakan pemain besar domestik.
Data mingguan juga masih menunjukkan distribusi berlanjut, dengan CC, ZP, dan DX tetap melakukan penjualan. Dalam periode 1–13 Februari, ZP dan KZ masih konsisten menjual, sementara YU sempat melakukan pembelian. Jika dilihat dalam rentang 13 Januari hingga 13 Februari, distribusi asing tetap dominan. BK, ZP, RX, dan KZ mencatatkan penjualan besar dengan total mendekati Rp170 miliar dari kelompok tersebut, sedangkan AK dan YU hanya mencatatkan net buy terbatas. Beberapa broker BUMN memang ikut membeli, namun nilainya tidak signifikan dan tidak menunjukkan akumulasi bersama.
Indikator teknikal mendukung kondisi tersebut. Foreign flow tercatat sudah keluar sekitar Rp888 miliar, indikator akumulasi/distribusi masih berada di area distribusi, dan money flow menunjukkan kecenderungan menurun.
Secara keseluruhan, kondisi ini masih mencerminkan fase distribusi, bukan fase akumulasi. Pembelian yang terjadi lebih banyak dilakukan oleh domestik—terutama PD yang telah membeli sekitar Rp200 miliar—sementara investor asing masih konsisten menjual selama beberapa bulan terakhir. Karena pembelian tidak dilakukan secara luas oleh banyak institusi dan hanya terpusat pada sedikit pihak, pergerakan ini lebih terlihat sebagai perpindahan saham dari asing ke satu pemain domestik, bukan masuknya smart money secara kolektif. Kenaikan harga yang sempat terjadi kemungkinan lebih disebabkan oleh adanya pihak yang menahan suplai, bukan karena permintaan yang benar-benar kuat, sehingga fase distribusi ini dapat dikatakan belum selesai dan masih menunggu tekanan jual asing mereda.
#DYOR #NFA #LAKUKANRESEACHMANDIRI $UNVR $IHSG
1/8







